Apa Itu Pacu Jalur yang Viral hingga Go Internasional? Ini Sejarahnya
Di setiap lombanya, perahu 'Jalur' yang berpartisipasi bisa lebih dari 100. Tidak heran ini menjadi festival tradisi yang selalu menarik minat masyarakat.

Menurut masyarakat setempat, jalur merupakan 'perahu besar' terbuat dari kayu bulat tanpa sambungan dengan kapasitas 45-60 orang pendayung (anak pacu).
Perlombaan yang konon sudah ada sejak tahun 1903 ini menjadi agenda tetap Pemerintah Provinsi Riau untuk menarik wisatawan Nusantara maupun mancanegara untuk berkunjung ke Riau, khususnya di Kabupaten Kuantan Singingi.
Pada masa penjajahan Belanda, Pacu Jalur diadakan untuk memeriahkan perayaan adat, kenduri rakyat, dan untuk memperingati hari kelahiran Ratu Belanda Wilhelmina yang jatuh pada tanggal 31 Agustus.
Kegiatan Pacu Jalur pada zaman Belanda dimulai pada tanggal 31 Agustus, 1 atau 2 September. Perayaan ini dilombakan selama 2-3 hari, tergantung jumlah jalur yang ikut dipacu.