Ada Patung Raksasa Butter Baby di Terminal 3 Soekarno-Hatta, Spot Foto Baru Nih!
Di balik cerita tersebut, Butter Baby berkembang menjadi sebuah intellectual property (IP) yang dibangun tim kreatif yang sebagian besar berasal dari Indonesia. Kehadirannya di salah satu gerbang internasional tersibuk di Tanah Air menjadi simbol perjalanan karakter tersebut menuju audiens yang lebih luas.
Pendiri Butter Baby, Nick Burch dan Henry Burch, mengatakan Jakarta memiliki peran penting dalam perjalanan karakter tersebut.
"Jakarta membentuk cara kami memandang kreativitas, komunitas, dan cerita. Butter Baby lahir dari energi kota ini dan dari orang-orang Indonesia yang membangunnya bersama kami," ujar mereka dalam keterangan resmi, Senin (22/6/2026A).
Bagi para pelancong, keberadaan instalasi seni seperti ini memberikan pengalaman berbeda saat berada di bandara. Waktu menunggu penerbangan yang biasanya dihabiskan di ruang tunggu kini bisa dimanfaatkan untuk menjelajahi sudut-sudut menarik Terminal 3.
Head of Marketing & Business Development Butter Baby, Karen Tjahja, menyebut lokasi di area keberangkatan dipilih karena memiliki makna khusus. Menurutnya, patung tersebut menggambarkan langkah Butter Baby yang mulai menatap dunia internasional.