75 Perupa Indonesia Sulap Bentuk Lingkaran Jadi Seni Penuh Makna, Intip Karyanya!
Perwakilan manajemen 75 Gallery, Dwi Rahayu, menilai tema semacam ini masih jarang diangkat dalam pameran kolektif seni rupa Indonesia.
"Biasanya tema pameran lebih banyak mengangkat isu sosial atau politik secara langsung. Sementara kali ini justru berangkat dari bentuk dasar visual yang sangat universal," ujarnya.
Nuansa historis dalam pameran juga turut disinggung oleh Rachmat Budiman saat membuka acara. Dia mengaitkan karya berbentuk bundar dengan tradisi seni Italia yang dikenal sebagai Tondo, berasal dari kata Rotondo, yang pernah digunakan oleh maestro Renaisans seperti Michelangelo.
Tak hanya itu, bentuk lingkaran juga telah lama hadir dalam peradaban kuno, mulai dari ornamen Yunani hingga lukisan pada wadah-wadah dekoratif.
Bagi Rachmat, hal terpenting dari seni kontemporer bukan hanya soal estetika visual, tetapi juga kekuatan konsep di balik karya yang diciptakan.