Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jangan Sebut Kata Lada saat Wisata ke Gua Jepang Dago, Ini Alasannya
Advertisement . Scroll to see content

7 Gua Paling Seram Peninggalan Belanda dan Jepang, Masih Ada Tempat Penyimpanan Tulang

Jumat, 02 Desember 2022 - 16:45:00 WIB
7 Gua Paling Seram Peninggalan Belanda dan Jepang, Masih Ada Tempat Penyimpanan Tulang
Gua paling seram di Indonesia (Foto: Instagram @penanyajalan)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Ada banyak gua di berbagai daerah di Indonesia yang memiliki keunikan. Bahkan, beberapa di antaranya mendapat julukan sebagai gua terseram.

Ya, gua-gua tersebut merupakan peninggalan zaman Jepang dan Belanda. Keunikannya membuat wisatawan penasaran dengan isi di dalam gua. Biasanya, gua dibangun sebagai tempat perlindungan dari serangan musuh. 
 
Tak hanya itu, zaman dulu, gua menjadi tempat yang aman untuk melancarkan serangan, sekaligus menyimpan bahan-bahan logistik untuk bertahan hidup dan amunisi para serdadu Jepang maupun Belanda. Tak sedikit dari pembangunannya dilakukan dengan kekerasan bahkan menyebabkan kematian rakyat yang dipekerjakan di masa itu. 

Tak heran, apabila beberapa gua memberikan kesan seram yang buat bulu kuduk berdiri. Lalu, di mana saja gua terseram di Indonesia peninggalan Jepang dan Belanda ini? Berikut daftarnya, diulas pada Jumat (2/12/2022).

1. Gua Lobang Jepang - Bukittinggi

Goa Jepang terseram pertama adalah Lobang Jepang yang terletak di Jalan Panorama, Bukit Cangang Kayu Ramang, Kec. Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Lubang ini merupakan ruang di bawah tanah yang pada masa penjajahan digunakan sebagai pertahanan bawah tanah para serdadu Jepang. Lubang tersebut dibuat dengan kerja rodi oleh rakyat sekitar tahun 1942-1945 dengan panjang lorong 1.47 km yang mana di dalamnya terdapat 21 lorong kecil yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan amunisi, bilik serdadu militer Jepang, ruang rapat, ruang makan romusha, dapur, penjara, ruang sidang, ruang penyiksaan, tempat pengintaian, penyergapan, dan pintu pelarian. 

Guratan-guratan pukulan paksa dengan benda agak tajam masih terlihat cukup jelas pada dinding-dindingnya. Para pekerja masa itu dipaksa untuk menembus bebatuan Ngarai Sianok hanya dengan menggunakan cangkul dan benda tajam lainnya. Pengunjung juga bisa mengunjungi gua satu ini dengan menuruni tangga sejauh 64 meter, untuk bisa mencapai kedalaman 40 meter. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut