Berbagi Kehangatan dengan Kisah Inspiratif Pemilik Seduh Pertama di Shopee
Hal ini tidak hanya menambah cita rasa serta estetika produk, tetapi juga menawarkan banyak manfaat dan khasiat yang tinggi.
Alvi Faidaturrosyida, Founder dari Seduh Pertama mengatakan, sebuah perjalanan panjang hingga bisa sampai di titik ini. Bisnis ini berangkat dari pemahaman bahwa di tengah situasi pandemi, masyarakat mulai bergerak dan sadar akan pentingnya gaya hidup sehat.
"Untuk mendukung hal tersebut, kami mencari produk yang memiliki potensi, dimana seperti yang kita ketahui teh merupakan minuman yang banyak digemari masyarakat, dan Indonesia sendiri juga dikenal oleh kekayaan alam salah satunya daun teh. Melalui produk-produk artisan tea yang kami hadirkan, Seduh Pertama tidak hanya berupaya untuk meningkatkan daya tarik melalui ragam manfaat sesuai dengan masing-masing kebutuhan konsumen, akan tetapi juga memperkenalkan produk lokal yang inovatif dan berkualitas,” ujarnya.
Mengawali perjalanan bisnisnya dengan produksi rumahan, dibantu suami dari mempersiapkan stok produk dan proses packaging orderan yang masuk, di situlah Alvi banyak belajar dan mengumpulkan informasi mengenai strategi pemasaran. Selain menjual produk-produk tehnya ke coffee shop serta retail shop, sejak awal Alvi beradaptasi dan mempelajari berbagai peluang yang ditawarkan oleh teknologi, khususnya untuk memperluas jangkauan produknya.

Dengan berjalannya waktu, kendala serta tantangan pun dihadapi, salah satunya yaitu kesulitan dalam memprediksi keinginan pasar. Permasalahan yang dihadapi tidak mengecilkan semangat Alvi, Seduh Pertama terus belajar apa yang diinginkan oleh pasar serta cara-cara meningkatkan daya tarik produknya.