Teori yang Menjelaskan Terjadinya Fenomena Dejavu, Apa Penyebabnya?
Jika kamu mengetahui epilepsi, maka teori ini menganggap dejavu hampir mirip dengan serangan epilepsi atau gangguan otak. Dejavu terjadi ketika otak salah merespons kejadian yang sedang berlangsung.
Teori yang menjelaskan terjadinya fenomena dejavu ini menyebut gangguan itu dengan sebutan minor brain circuit malfunctions. Apa yang dilihat sekarang akan disimpan di ingatan jangka pendek. Saat kejadian terulang, hal itu seakan terjadi di masa lampau padahal itu baru saja terjadi.
Teori ini hampir mirip dengan teori yang sebelumnya, yakni berkaitan dengan penyakit epilepsi. Kejang lobus temporal ini menjadi penyebab dejavu tapi hanya dialami oleh penderita stroke, tumor, atau kelainan pembuluh otak lainnya.
Kejang lobus temporal menjadikan kemampuan merespons dari seseorang terhadap lingkungan menurun. Seseorang dapat melakukan kejadian secara berulang, tetapi ketika kejang terjadi mereka akan berhalusinasi dan merasakan dejavu. Lobus temporal otak ini bertanggung jawab terhadap proses emosi dan penyimpanan ingatan jangka pendek.
Itulah beberapa Teori Yang Menjelaskan Terjadinya Fenomena Dejavu menurut para ilmuwan, dokter dan peneliti di bidang sains. Jadi, sudah jelaskan bahwa fenomena dejavu tak berkaitan dengan kejadian mistis?
Editor: Puti Aini Yasmin