Teleskop Baru NASA Bakal Lebih Hebat dari Hubble
Dikatakannya, masing-masing akan memiliki tanda tangan unik yang dapat kita gunakan untuk menentukan massa dan jarak planet dari bintangnya. Mengumpulkan data adalah salah satu tantangan. Memilah dan memahami informasi untuk penemuan dan "pelajaran yang dipetik" adalah hal lain.
Sistem land yang mendukung Roman akan bergantung pada layanan jarak jauh berbasis cloud dan alat analitik canggih demi memahami banyaknya data yang dikumpulkan oleh teleskop. Desain Romawi menuntut teleskop untuk menonton ratusan juta bintang setiap 15 menit selama beberapa bulan.
Perubahan penting lainnya dari misi unggulan sebelumnya adalah kecepatan di mana data Roman akan dipublikasikan. NASA telah berjanji untuk menyediakan semua data hanya beberapa hari setelah observasi dikumpulkan.
"Karena para ilmuwan di mana pun akan memiliki akses cepat ke data, mereka akan dapat dengan cepat menemukan fenomena yang berumur pendek, seperti ledakan supernova. Mendeteksi fenomena ini dengan cepat akan memungkinkan teleskop lain untuk melakukan pengamatan lanjutan," ujar NASA dalam pernyataan resminya.
Exoplanet dan supernova bukanlah satu-satunya hal yang akan ditemukan oleh Roman. Target astronomi yang diharapkan lainnya, termasuk bintang-bintang yang kabur dan benda-benda kosmik aneh seperti bintang-bintang neutron dan lubang hitam yang tertinggal ketika bintang-bintang kehabisan bahan bakar.