Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Intip Manfaat Brokoli hingga Kubis, Bisa Turunkan Risiko Kanker Usus
Advertisement . Scroll to see content

Teknologi AI Bantu Deteksi Dini Kanker Paru hingga Payudara, Ini Kata Dokter

Kamis, 26 Februari 2026 - 17:35:00 WIB
Teknologi AI Bantu Deteksi Dini Kanker Paru hingga Payudara, Ini Kata Dokter
Deteksi kanker paru hingga payudara kini bisa dengan AI. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Viral pemanfaat teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk deteksi dini kanker paru hingga payudara. Apa kata dokter mengenai praktik modern tersebut? 

Kini, implementasi AI tak hanya pada bidang teknologi, tapi sudah sampai ke kesehatan. Terbaru, AI digunakan untuk mendeteksi kanker paru hingga payudara, yang mana praktik ini sudah diterapkan di Indonesia. 

AI diklaim mampu mendiagnosis kanker payudara hingga paru, pun melakukan skrining kanker yang lebih akurat, cepat, dan efisien.

Berdasarkan studi, jumlah kasus kanker di Indonesia diproyeksikan akan melonjak hingga lebih dari 70 persen pada 2050 jika langkah pencegahan dan deteksi dini tidak diperkuat. Saat ini, sekitar 400 ribu kasus baru kanker terdeteksi setiap tahunnya, dengan angka kematian mencapai 240 ribu kasus. 

"Melalui implementasi teknologi AI sebagai pendamping tenaga medis, proses identifikasi tipe kanker payudara, termasuk status HER2 beserta subkategorinya, dapat dilakukan lebih cepat dan akurat," jelas dr Jeffry Beta Tenggara, Sp.PD-KHOM, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Hematologi Onkologi Medik.

"Hal ini diharapkan mendukung pengambilan keputusan terapi yang lebih tepat dan tepat waktu di praktik klinis," tambahnya. 

Banyak kasus kanker di Indonesia baru terdiagnosis pada stadium lanjut, yang berdampak pada terbatasnya pilihan terapi, meningkatnya kompleksitas penanganan dan biaya pengobatan, serta menurunnya peluang keberhasilan pengobatan. Kondisi ini menunjukkan pentingnya deteksi dini dan upaya pemeriksaan diagnostik yang lebih akurat guna meningkatkan efektivitas pengobatan kanker secara berkelanjutan.

Khusus untuk kanker payudara, berdasarkan data GLOBOCAN, tercatat sekitar 65 ribu kasus baru dan lebih dari 22 ribu kematian pada tahun 2020. Sebagian kasus kanker payudara berkaitan dengan ekspresi Human Epidermal Growth Factor Receptor 2 (HER2), yaitu salah satu protein yang dapat mendorong pertumbuhan sel kanker secara lebih agresif.

Dari sisi patologi anatomi, teknologi AI ini membantu dalam proses analisis digital jaringan patologi untuk mengidentifikasi status HER2 pada pasien kanker payudara sampai dengan ekspresi HER2 yang sangat kecil.

"Terapi target anti-HER2 bila diberikan secara tepat dapat memperpanjang kelangsungan hidup dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Pemanfaatan AI juga dapat meningkatkan akurasi penilaian hingga sekitar 92% serta memperbaiki konsistensi antar-pemeriksa dari 66% menjadi 82%, terutama pada subkategori HER2-low dan HER2-ultralow, sehingga dapat memperkuat ketepatan klasifikasi dan pengambilan keputusan klinis," jelasnya.  

Bagaimana pemanfaatannya pada deteksi kanker paru? Simak beritanya sampai selesai.

Berdasarkan data GLOBOCAN 2020, kanker paru menempati urutan ketiga sebagai jenis kanker dengan jumlah kasus baru terbanyak di Indonesia. Pada umumnya, kanker paru ditandai dengan terbentuknya nodul atau benjolan yang tumbuh secara tidak terkendali dan berpotensi berkembang menjadi ganas. 

Nodul yang bersifat ganas umumnya berukuran lebih besar, dengan bentuk yang cenderung bergelombang atau tajam, serta memiliki tekstur semi-padat atau tidak padat. Kondisi ini sejatinya dapat diantisipasi melalui deteksi dini, mengingat pembentukan nodul pada paru dapat menjadi salah satu indikasi awal kanker paru.

"Dalam hal ini, proses skrining penyakit paru khususnya kanker paru dengan bantuan teknologi AI dapat membantu dokter melakukan deteksi secara lebih efisien," jelas dr Sita Laksmi Andarini, Sp.P(K), Subspesialis Onkologi Toraks.

Dengan dukungan teknologi terbaru ini, hasil patologi anatomi dapat diakses secara real-time di seluruh jaringan rumah sakit Siloam di Indonesia dan secara mobile, sehingga dapat meningkatkan akurasi, memangkas waktu interpretasi, pengiriman hasil, dan mempercepat pengambilan keputusan klinis.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut