Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Halodoc Andalkan AI untuk Percepat Layanan Dokter dan Pasien
Advertisement . Scroll to see content

Taiwan Buka Peluang bagi Inovator RI, Tawarkan Rp490 Juta untuk Solusi Kesehatan Berbasis AI

Kamis, 09 Juli 2026 - 15:47:00 WIB
Taiwan Buka Peluang bagi Inovator RI, Tawarkan Rp490 Juta untuk Solusi Kesehatan Berbasis AI
Ilustrasi inovasi di bidang kesehatan yang mengandalkan AI. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Transformasi sektor kesehatan global kini semakin bergeser ke arah pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), layanan kesehatan preventif, hingga teknologi yang mendukung hidup lebih sehat dan panjang umur. 

Di tengah perubahan tersebut, Taiwan membuka peluang kolaborasi bagi inovator dari berbagai negara, termasuk Indonesia, melalui program Go Healthy with Taiwan 2026. Apa itu?

Program yang diselenggarakan International Trade Administration (TITA), Ministry of Economic Affairs Taiwan, dan diimplementasikan Taiwan External Trade Development Council (TAITRA) itu mengajak startup, peneliti, akademisi, institusi, hingga organisasi untuk mengembangkan solusi kesehatan dan wellness dengan memanfaatkan teknologi asal Taiwan.

Taiwan berikan dana untuk inovator Indonesia. (Foto: Istimewa)
Taiwan berikan dana untuk inovator Indonesia. (Foto: Istimewa)

Mengusung tema Designing Healthier Futures Together, peserta didorong menciptakan inovasi yang dapat diterapkan di berbagai sektor, mulai dari komunitas, tempat kerja, fasilitas kesehatan, hingga kota pintar.

Berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya, edisi 2026 menghadirkan Top 20 Mentorship Program. Melalui program ini, 20 finalis akan memperoleh pendampingan langsung dari para pakar industri untuk menyempurnakan model bisnis, menguji potensi pasar, mempercepat komersialisasi, sekaligus membangun kemitraan internasional.

"Program ini dirancang untuk membantu para finalis menyempurnakan model bisnis, memvalidasi peluang pasar, mempercepat proses komersialisasi, serta memperkuat kemitraan internasional," demikian keterangan penyelenggara, dikutip Kamis (9/7/2026).

Kampanye ini bukan sekadar kompetisi ide. Pada penyelenggaraan perdana tahun lalu, antusiasme peserta jauh melampaui ekspektasi. Awalnya panitia menargetkan sekitar 100 proposal, namun jumlah yang masuk mencapai 638 proposal dari 55 negara.

Sejumlah proyek yang lahir dari kompetisi tersebut kini mulai menunjukkan dampak nyata. Di Ukraina, tim pemenang berhasil mengimplementasikan peralatan medis asal Taiwan di sejumlah fasilitas kesehatan. Dana hadiah yang diperoleh bahkan diinvestasikan kembali untuk memperluas pengadaan alat kesehatan sekaligus mendonasikannya kepada rumah sakit.

Sementara itu, perusahaan Perovskia dari Swiss menjalin kolaborasi dengan Everlight Chemical dari Taiwan. Kerja sama tersebut menghasilkan riset yang dipublikasikan di jurnal ilmiah Nature, dengan produksi percontohan dijadwalkan dimulai pada 2026.

Kolaborasi lain juga terjadi di Amerika Serikat. Ideas Lab bekerja sama dengan Taiwan Institute of Sports Science (TISS) mengembangkan teknologi analisis gerak berbasis AI yang memungkinkan masyarakat memperoleh akses terhadap pelatihan olahraga dengan standar profesional.

Perkembangan tersebut menunjukkan bagaimana inovasi yang berawal dari kompetisi dapat berkembang menjadi kolaborasi lintas negara dengan dampak nyata di bidang kesehatan, olahraga, hingga riset ilmiah.

Taiwan dikenal memiliki kekuatan dalam pengembangan smart healthcare, digital health, alat kesehatan, teknologi olahraga, healthy ageing, hingga integrasi sistem kesehatan. Kemampuan tersebut dinilai semakin relevan di tengah meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan berbasis teknologi di berbagai negara.

Bagi Indonesia, peluang ini dinilai sejalan dengan percepatan transformasi digital di sektor kesehatan serta berkembangnya ekosistem wellness yang terus mendapat perhatian.

Peserta yang ingin mengikuti program diwajibkan menyusun proposal dalam bahasa Inggris dengan menjelaskan solusi yang ditawarkan, dampak yang ingin dicapai, serta bagaimana teknologi, produk, layanan, atau model bisnis dari Taiwan diintegrasikan dalam inovasi tersebut.

Tiga proposal terbaik akan memperoleh hadiah masing-masing sebesar US$30.000 atau sekitar Rp490 juta. Selain itu, enam finalis juga akan diundang ke Taiwan melalui kunjungan yang sepenuhnya disponsori untuk bertemu perusahaan-perusahaan teknologi kesehatan, mengenal ekosistem inovasi setempat, sekaligus mengikuti babak final.

Pendaftaran dibuka melalui situs resmi Go Healthy with Taiwan dan akan ditutup pada 5 Agustus 2026 pukul 23.59 GMT+8. Setelah proposal dikirim, dokumen tidak dapat diubah kembali.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut