Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ini Penyebab Kebakaran Bar di Swiss yang Tewaskan 40 Orang saat Pesta Tahun Baru
Advertisement . Scroll to see content

Sejarah Kembang Api, Ternyata Bermula dari Ketidaksengajaan

Minggu, 02 September 2018 - 14:30:00 WIB
Sejarah Kembang Api, Ternyata Bermula dari Ketidaksengajaan
Sejarah Kembang Api, Ternyata Bermula dari Ketidaksengajaan (Foto: Pixabay)
Advertisement . Scroll to see content

Belajar Seni Ledakan
Menurut History.com, selama Renaissance, sekolah piroteknik bermunculan di seluruh Eropa. Sekolah tersebut mengajarkan siswa bagaimana menciptakan ledakan yang rumit. Di Italia, kembang api sangat populer dan 1830-an, orang-orang di sana memasukkan sejumlah kecil logam dan material lain untuk meningkatkan kecerahan, serta membuat bentuk lebih kreatif.

Mereka juga akhirnya mengembangkan lebih banyak warna untuk kembang api. Hingga saat itu, semua kembang api berwarna oranye. Orang Italia menciptakan campuran dengan berbagai bahan kimia, sehingga menghasilkan tampilan kembang api yang jauh lebih modern.

Selain itu, mereka juga menggunakan strontium untuk merah, biru untuk hijau, tembaga untuk biru, dan natrium guna menghasilkan warna kuning.

Perjalanan ke Dunia
Ketika orang Eropa melakukan perjalanan ke New World, resep kembang api juga ikut bersama mereka. Menurut History.com, beberapa orang mengatakan Kapten John Smith memulai pertunjukan Amerika pertama di Jamestown, Virginia pada 1608.

Pada 4 Juli 1777, ulang tahun pertama hari Continental Congress mengadopsi Deklarasi Kemerdekaan, kembang api menjadi tradisi Fourt of July. Tahun sebelumnya, John Adams menulis dalam suratnya yang berbunyi, 'Hari itu akan sangat mengesankan dalam sejarah Amerika. Saya cenderung percaya itu akan dirayakan oleh generasi berikutnya sebagai festival ulang tahun besar.’

Editor: Dini Listiyani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut