Pesawat Luar Angkasa NASA Bakal Mendarat di Asteroid Bennu Besok
Pesawat ruang angkasa itu menghabiskan 26 bulan berikutnya berlayar ke Bennu. Lalu, secara resmi tiba pada 3 Desember 2018. Sejak itu, tim misi telah menghabiskan hampir dua tahun mengorbit batu luar angkasa berbentuk berlian, mengamati, dan memetakan permukaan untuk memilih tempat pengambilan sampel terbaik.
Dalam beberapa bulan terakhir, latihan telah dimulai sebelum upaya pengumpulan sampel. Kini tim mengatakan siap untuk memainkan TAG dengan asteroid Bennu, sebagaimana dikutip dari Cnet, Senin (19/10/2020).
Pengambilan sampel di Bennu bukan tanpa alasan. Bennu disebut asteroid tumpukan puing yang berarti batu luar angkasa terbentuk di masa lalu kosmik yang dalam saat gravitasi perlahan-lahan menyatukan sisa-sia tabrakan kuno.
Hasilnya adalah tubuh terbentuk seperti gasing yang berputar dengan diameter sekitar sepertiga mil (500 meter) dan permukaan yang dipenuhi bebatauan dan batu besar. Bennu dianggap sebagai jendela ke masa lalu tata surya.
Bennu mempunyai tubuh murni kaya karbon yang membawa material penyusun planet dan kehidupan. Beberapa dari sumber daya ini seperti air dan logam juga dapat berharga untuk ditambang di masa depan untuk digunakan di Bumi atau eksplorasi luar angkasa.
Asteroid memiliki satu karakteristik lain yang membuatnya sangat menarik bagi para ilmuwan, dan manusia pada umumnya. Batu luar angkasa ini memiliki peluang untuk berdampak pada Bumi di masa depan yang jauh.
Dalam daftar risiko dampak NASA, Bennu berada di peringkat No. 2. Data terkini menunjukkan lusinan dampak potensial pada kuartal terakhir abad ke-22, meskipun semua hanya memiliki peluang satu menit untuk benar-benar terjadi.
Editor: Dini Listiyani