Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dibanderol Rp6,4 Miliar, Begini Cara Kerja Mesin Cuci Manusia
Advertisement . Scroll to see content

Melupakan Sesuatu Butuh Banyak Kekuatan Otak Dibanding Mengingat

Kamis, 14 Maret 2019 - 06:43:00 WIB
Melupakan Sesuatu Butuh Banyak Kekuatan Otak Dibanding Mengingat
Banyak orang mencoba melupakan masa lalu. (Foto: Blacdovfx/iStock)
Advertisement . Scroll to see content

Banyak penelitian sebelumnya mengenai melupakan dengan sengaja berfokus pada aktivitas otak di korteks prefrontal dan pusat memori otak, hippocampus. Dalam studi baru, para peneliti memantau bagian otak yang berbeda yang disebut ventral temporal cortex, yang membantu manusia memproses dan mengategorikan rangsangan visual.

Dalam sebuah eksperimen dengan 24 orang dewasa muda yang sehat, para peserta diperlihatkan gambar pemandangan dan wajah orang. Mereka diperintahkan untuk mengingat atau melupakan setiap gambar.

Selama percobaan, aktivitas otak mereka dipantau oleh mesin functional magnetic resonance imaging (fMRI). Saat para peneliti memeriksa aktivitas di korteks ventral temporal, mereka menemukan tindakan melupakan secara efektif menggunakan lebih banyak kekuatan otak dibanding mengingat.

"Gambar yang diikuti dengan instruksi lupa menghasilkan tingkat pemrosesan yang lebih tinggi di korteks vertal temporal dibandingkan instruksi mengingat. Peningkatan dalam pemrosesan ini menyebabkan lebih banyak melupakan, terutama untuk item yang menunjukkan aktivitas sedang," kata para penulis dalam paper mereka.

Tentu saja, melupakan gambar tertentu dalam percobaan laboratorium yang dibuat sangat berbeda dengan kenangan menyakitkan atau traumatis dari peristiwa yang dialami di dunia nyata. Tapi, kata peneliti, mekanisme kerja bisa sama.

Selain itu, para peneliti menemukan cara mengaktifkannya yang bisa menjadi manfaat besar bagi orang-orang di seluruh dunia yang perlu melupakan sesuatu, tapi tidak mengetahui caranya.

"Yang penting, niat untuk melupakan itu meningkatkan aktivitas memori. Saat aktivitas ini menyentuh sweet spot tingkat moderat, berarti itulah momen melupakan pengalaman tersebut," ujarnya.

Editor: Tuty Ocktaviany

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut