Inovasi Anak Bangsa! Kini Ada AI Buatan Dokter RI untuk Deteksi Gagal Jantung
"Dokternya tidak mengetahui. Jadi alat dengan stetoskopnya tidak mendengarkan adanya cairan di dalam paru tersebut," katanya.
Berangkat dari permasalahan itu, AI yang dikembangkan bekerja dengan menganalisis suara paru-paru pasien menggunakan algoritma pembelajaran mesin. Sistem tersebut dapat mengenali pola suara yang mengindikasikan masih adanya cairan di paru, sehingga membantu dokter mengambil keputusan medis dengan lebih akurat.
"Kami mencoba membuat alat yang bisa membantu dokter. Yang bisa membedakan, ini loh masih ada air, ini loh masih ada cairan. Sehingga pasien yang kami periksa kalau dia positif artinya jangan dipulangin dulu," jelas dr. Rony.
Menariknya, teknologi ini tidak hanya dirancang untuk digunakan di rumah sakit. Ke depan, AI tersebut juga dapat dimanfaatkan pasien secara mandiri melalui stetoskop portabel yang terhubung dengan aplikasi di ponsel pintar.
"Nanti di gadget ada aplikasi, alatnya disambungkan, kemudian pasien bisa mendengarkan sendiri. Kalau hasilnya positif, pasien bisa segera ke rumah sakit," ungkapnya.