Canggih! Tempat Sampah Ini Berbasis AI, Namanya Srikandi
Bagi Nusabin, penyederhanaan interaksi menjadi prinsip utama. Logikanya sederhana, semakin mudah sistem digunakan, semakin besar peluang orang untuk konsisten melakukannya.
Implementasi AI Srikandi telah dilakukan di sejumlah ruang komersial di Jakarta, seperti Kopi Kamu Wijaya dan Kopi Kina Cikini. Di lokasi-lokasi ini, sistem digunakan langsung oleh pengunjung dengan latar belakang berbeda.
Dalam operasional harian, pengalaman membuang sampah menjadi lebih praktis. Pengunjung tidak perlu lagi memikirkan apakah sampah harus masuk ke kategori plastik, kertas, atau lainnya. Proses klasifikasi berlangsung otomatis, sehingga kebingungan yang biasanya muncul dalam sistem pemilahan konvensional dapat diminimalkan.
Respons positif dari pengguna menunjukkan bahwa kemudahan interaksi menjadi faktor penting dalam penerimaan teknologi di ruang publik. Teknologi tidak terasa 'menggurui', melainkan bekerja diam-diam mendukung perubahan perilaku.
Pengujian tidak berhenti di ruang komersial. Pada Desember 2025, AI Srikandi diterapkan dalam program #MadrasahMulaiMemilah di MAN Insan Cendekia Serpong. Lingkungan pendidikan dengan ratusan pengguna aktif setiap hari menjadi ruang uji yang dinamis.