4 Ledakan Besar yang Pernah Terjadi di Luar Angkasa
Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengungkap, meteorit menghantam permukaan Bulan pada Maret 2013, dengan kecepatan 90.000 kilometer per jam dan menciptakan kawah baru selebar 20 meter.
Ledakan yang tercipta bahkan bisa disaksikan dengan mata telanjang manusia yang kebetulan sedang menyaksikan satelit bumi saat itu.
Para ilmuwan memperkirakan, batu yang menghantam Bulan berukuran lebar 0,3 sampai 0,4 meter. Beratnya mencapai 40 kilogram. Dan ledakan yang dihasilkan sekuat 5 ton bahan peledak TNT.
Mengapa batu kecil bisa membuat Bulan tambah bopeng? Ini karena satelit planet manusia itu tak seberuntung Bumi yang memiliki perisai berupa atmosfer yang kuat.
Ledakan di atmosfer Bumi terekam oleh satelit Rusia Lomonosov. Namun belum diketahui benda apa yang menabrak itu. Hanya kabar-kabar konspirasi yang tersebar di kalangan masyarakat.
"Dengan bantuan teleskop, kami telah memperoleh hasil yang lebih penting daripada yang kami perkirakan. Sepertinya kami telah menemukan fenomena fisik baru. Kami belum mengetahui sifat fisik ini. Misalnya, selama penerbangan Lomonosov di ketinggian beberapa lusin kilometer, kami telah memantau beberapa kali 'ledakan' cahaya yang sangat kuat. Tetapi di bawahnya semua jelas, tidak ada badai, tidak ada awan," kata Direktur Institut Penelitian Fisika Nuklir di Universitas Negeri Rusia Mikhail Panasyuk.
Editor: Komaruddin Bagja