Waspada Donasi Bodong untuk Palestina, Begini Tips Mengindarinya
Pakar keamanan siber Kaspersky Andrey Kovtun mengatakan email penipuan datang dari berbagai alamat. Dalam email, penipu mencoba membuat beberapa variasi teks demi menghindari filter spam.
Tak lupa, mereka juga menyertakan situs web dan memberikan konteks kepada pengguna tentang konflik, menampilkan foto dan mendorong mereka memberikan donasi lewat sejumlah transaksi mata uang kripto, Bitcoin, Ethereum, Tether, hingga Litecoin.
Untuk mengindari penipuan, ada baiknya memeriksa halaman secara menyeluruh sebelum berdonasi. Situs palsu sering kali tidak memiliki informasi utama tentang penyelenggara amal, penerima, dokumentasi legitimasi,a tau kurang transapran mengenai penggunaan dana.
Untuk menghindari donasi bodong yang menjual penderitaan Palestina coba ikuti tips berikut ini:
1. Periksa situs web dan kredensial badan amal tersebut. Badan amal yang sah akan didaftarkan — Anda harus memeriksa ulang kredensial organisasi di basis data yang diketahui untuk memastikan keasliannya
2. Dekati organisasi amal secara langsung untuk berdonasi atau menawarkan dukungan. Untuk berdonasi secara online, ketikkan alamat situs amal akan lebih aman daripada mengklik link
3. Jika Anda tidak yakin mengenai organisasi yang telah Anda periksa, rujuk ke organisasi terkenal yang memberikan dukungan kemanusiaan seperti badan bantuan PBB
4. Mengingat individu yang terkena dampak krisis kemungkinan besar tidak akan menghubungi Anda secara langsung untuk meminta donasi, terutama orang asing yang tidak Anda kenal. Berhati-hatilah terhadap permintaan pengiriman uang
5. Tetap waspada. Situs web palsu mungkin terlihat hampir mirip dengan situs amal asli, hanya detail tempat mengirim donasi yang menjadi satu-satunya perbedaan. Kesalahan ejaan atau tata bahasa sering kali menunjukkan halaman palsu
6. Berhati-hati saat bermedia sosial. Media sosial adalah cara yang berguna bagi badan amal untuk berkomunikasi dengan masyarakat dan meminta donasi.
Editor: Dini Listiyani