Waduh, Bilang Terima Kasih ke ChatGPT Ternyata Rugikan OpenAI Jutaan Dolar AS
Sebagai informasi, listrik yang digunakan untuk pusat data AI, yang salah satunya memberi daya pada ChatGPT, sudah mencapai sekitar 2 persen dari konsumsi listrik global.
Menurut laporan Goldman Sachs, setiap kueri ChatGPT-4 itu membutuhkan sekitar 2,9 watt-jam listrik. Angka tersebut 10 kali lebih banyak dibandingkan pencarian Google.
"Dengan OpenAI itu menangani lebih dari 1 miliar kueri setiap harinya, berarti konsumsi energi harian yang dihabiskan sekitar 2,9 juta kilowatt-jam," ungkap laporan tersebut.
Lebih lanjut, Electric Power Research Institute (EPRI) memproyeksikan pada 2030, pusat data dapat mengonsumsi hingga 9,1 persen listrik AS, didorong oleh beban kerja AI yang akan semakin tinggi. Bahkan, International Energy Agency (IEA) memperkirakan pusat data AI akan menyumbang lebih dari 20 persen pertumbuhan permintaan listrik di negara-negara maju di 2030.
Karena adanya risiko tersebut, Altman menyampaikan perlunya terobosan energi bersih untuk memberi daya pada sistem AI yang lebih berkelanjutan. Salah satu upaya OpenAI untuk masalah itu adalah berinvestasi di perusahaan fusi nuklir Helion Energy dan perusahaan rintisan surya Exowatt.
Jadi, apakah Anda masih akan tetap mengucapkan 'terima kasih' kepada ChatGPT setelah mendapatkan jawaban yang diinginkan demi menurunkan penggunaan energi?
Editor: Muhammad Sukardi