Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : iReporter Bikin Mahasiswa UNS Ketagihan Live Report Depan Kamera di iNews Media Group Campus Connect
Advertisement . Scroll to see content

Riset IJTI: AI Permudah Kerja, tapi Tak Bisa Gantikan Jurnalis

Sabtu, 28 Februari 2026 - 05:06:00 WIB
Riset IJTI: AI Permudah Kerja, tapi Tak Bisa Gantikan Jurnalis
Mayoritas jurnalis menilai Artificial Intelligence (AI) memudahkan pekerjaan mereka, namun sebagian besar tidak sepakat AI dapat menggantikan peran jurnalis. (Foto:AI)
Advertisement . Scroll to see content

Riset tersebut juga menyoroti tingkat keakuratan AI yang masih diragukan. Sebab itu, jurnalis dinilai tetap dibutuhkan untuk mengakurasi serta memverifikasi data yang diolah menggunakan teknologi tersebut.

“Tingkat keakuratan, nah ini optimisme kita lagi nih. AI belum tentu akurat bikin narasi-narasi yang disampaikan di media sosial atau di media-media digital. Tapi kalau jurnalis sudah bisa dijamin keakuratannya karena jurnalis memang punya kompetensi dan keahlian untuk melakukan proses verifikasi tentang informasi yang kita sampaikan,” ucap Wahyu.

Di sisi lain, tingkat kekhawatiran jurnalis terhadap potensi kehilangan pekerjaan akibat AI terbilang berimbang. Hasil survei menunjukkan komposisi jawaban berada di angka 50 banding 50 antara yang khawatir dan tidak khawatir.

“Berikutnya adalah tingkat kekhawatiran jurnalis bahwa AI bisa membuat mereka kehilangan pekerjaan. Ini 50-50, ada yang sangat khawatir, khawatir, kemudian netral, tidak khawatir, dan sangat tidak khawatir,” katanya.

Menurut Wahyu, kondisi tersebut berbanding terbalik dengan fakta di lapangan. Saat ini, gelombang pemutusan hubungan kerja lebih banyak dipicu oleh stagnasi bisnis media, bukan karena disrupsi AI.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut