Peneliti Gunakan CT Scan untuk Buka Mumi Amenhotep I, Secara Fisik Mirip sang Ayah
JAKARTA, iNews.id - Pada 1881, para arkeolog menemukan mumi Amenhotep I di Deir el-Bahari, desa di luar Lembah Para Raja yang terkenal di Mesir. Selama 140 tahun, ilmuwan tidak ingin membuka bungkusan tubuh raja karena takut akan merusak perbannya.
Namun, berkat teknologi tomografi komputer (CT) para ilmuwan tidak perlu mengambil risiko lagi. Para peneliti di Universitas Kairo baru-baru ini secara digital membuka Amenhotep untuk mempelajari tentang kehidupan dan dinastinya.
Scan mengungkapkan dia berusia sekitar 35 tahun ketika meninggal. "Amenhotep I tampaknya secara fisik mirip dengan ayahnya: dia memiliki dagu yang sempit, hidung kecil yang sempit, rambut keriting, dan gigi atas yang sedikit menonjol," kata Dr. Sahar Saleem, penulis utama studi tersebut, kepada PA Media.
Sayangnya, tidak jelas mengapa dia meninggal di usia yang begitu muda. Para peneliti tidak menemukan bukti luka luar atau cacat yang mungkin menyebabkan kematiannya, sebagaimana dikutip dari Engadget.
Apa yang mereka temukan adalah berbagai luka post-mortem yang kemungkinan ditimbulkan pada tubuh oleh perampok kuburan. Kerusakan itu “diperbaiki dengan penuh kasih” oleh para imam kamar mayat dari Dinasti ke-21 sekitar 400 tahun setelah kematian Amenhotep.