OnlyFans Diduga Penyalahgunaan Basis Data Internet Demi Dominasi Pasar, Benarkah?
Karenanya, jumlah klik situs kompetitor mengalami penurunan yang sangat drastis. Sebaliknya, OnlyFans dapat dengan mudah menjadi satu-satunya situs konten dewasa penguasa pasar.
Dengan adanya ‘kerja sama ilegal’ antara OnlyFans dan Meta tersebut, para penggugat mengklaim telah kehilangan setidaknya puluhan ribu dolar pendapatan. Maka dari itu, penggugat yang merasa telah dirugikan juga melampirkan bukti berupa catatan rekening bank untuk memperkuat laporannya.
Catatan rekening bank tersebut diduga dialirkan dari OnlyFans ke sejumlah pejabat eksekutif di Meta. Dengan kata lain, pejabat eksekutif Meta telah menerima imbalan atas aksi yang dilakukan untuk menggeser kompetitor OnlyFans.
Namun di sisi lain, Meta menyangkal tuduhan tersebut dan mengatakan bahwa hal itu tidak berdasar. Pemilik Facebook dan Instagram bahkan telah mengajukan mosi untuk menolak gugatan karena tidak masuk akal dan tidak dapat dimintai pertanggungjawaban.
Pihak Meta menyangkal tuduhan tersebut dengan menegaskan bahwa keputusan konten seperti ini dilindungi oleh hak kebebasan berbicara Amandemen Pertama dan Bagian 230 dari Undang-Undang Kepatutan Komunikasi.
"Seperti yang kami jelaskan dalam mosi, kami menolak dan menyangkal tuduhan ini karena tidak memiliki fakta, manfaat, atau apa pun yang membuatnya masuk akal. Tuduhan itu tidak berdasar,” ucap juru bicara Meta, dikutip dari Engadget, Senin (17/10/2022).
Editor: Komaruddin Bagja