Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tegas! Bajak Film dan Konten Digital Terancam 10 Tahun Penjara hingga Denda Rp4 Miliar
Advertisement . Scroll to see content

Meski Tahu Risiko Nonton Bajakan, Hanya 30 Persen Penonton Indonesia yang Mau Menonton Tayangan Legal

Rabu, 18 Oktober 2023 - 19:32:00 WIB
Meski Tahu Risiko Nonton Bajakan, Hanya 30 Persen Penonton Indonesia yang Mau Menonton Tayangan Legal
Hanya  30 Persen Penonton Indonesia yang Mau Menonton Tayangan Legal (Foto: Glenn Carstens-Peters/unsplash)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Ancaman konten pembajakan di Indonesia semakin memprihatinkan dan menyulut keprihatinan terhadap kerentanan ekonomi digital serta kreativitas di negara ini. 

Dalam beberapa tahun terakhir, gelombang pembajakan konten telah mencapai level yang mengkhawatirkan, menghadang berbagai sektor ekonomi dan keamanan digital.

Survey oleh AVISI Menyoroti Kesadaran Masyarakat

Asosiasi Video Streaming Indonesia (AVISI), yang didukung oleh TSurvey by Telkomsel, telah melaksanakan survei pertamanya dengan tujuan untuk menggali "Persepsi Masyarakat Terhadap Pembajakan di Indonesia." Survei ini melibatkan 1,000 responden dengan kriteria tertentu, yaitu penikmat mobile streaming video, pengguna smartphone, tinggal di kota besar nasional, dan berusia 20-60 tahun selama bulan September 2023.

Hasil survei tersebut mengungkapkan  81 persen dari responden menyadari dampak negatif dari penggunaan konten ilegal, termasuk risiko malware, virus, dan kebocoran data. Sementara itu, 81 persen dari responden juga menyadari penyebaran konten ilegal berdampak buruk pada industri kreatif di Indonesia, yang mencakup artis, produser, kru, dan pendukung film.

Selanjutnya, survei ini menunjukkan 78,9 persen responden mengerti menonton konten ilegal berarti mendukung pelanggaran hukum. Namun, hanya 30 persen dari responden yang menunjukkan minat untuk beralih ke menonton konten yang legal. Dengan temuan ini, masyarakat Indonesia berada dalam kondisi darurat terhadap akses ke konten ilegal. 

Menyikapi riset ini, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informasi Indonesia, Semuel Abrijani Pangerapan, B.Sc., M.M menyatakan, “Pemerintah mendukung AVISI, industri streaming, dan industri perfilman untuk terus membantu membatasi akses ke konten ilegal. Upaya ini sangat penting dalam mendukung pertumbuhan industri kreatif dan ekonomi digital Indonesia.”

Ketua Dewan Pengawas AVISI dan VP Digital Lifestyle Telkomsel Nirwan Lesmana menegaskan, pertumbuhan sektor digital di Indonesia harus disertai dengan peningkatan kesadaran masyarakat dalam mengakses konten legal

"Survey ini dilakukan untuk mengetahui persepsi masyarakat Indonesia terhadap pembajakan konten. Hasil riset ini menunjukkan  edukasi
mengenai risiko pembajakan sudah mulai ada, namun perubahan perilaku masyarakat masih perlu terjadi. tSurvey akan terus mendukung AVISI melakukan penalaan online yang cepat dan berkelanjutan agar pembajakan ini terus dapat dimonitor secara berkala," ungkap Nirwan.

TSurvey merupakan platform survei daring yang didukung oleh Telkomsel dengan jangkauan yang luas, menjangkau lebih dari 159 juta responden. TSurvey dirancang memenuhi kebutuhan survei dengan akurasi target dan pengumpulan respon yang cepat. 

Kerugian Ekonomi dan Tindakan yang Diperlukan

Ancaman konten pembajakan telah berdampak signifikan pada ekonomi. Industri kreatif dan hiburan Indonesia, yang seharusnya menjadi pilar ekonomi yang kuat, terus mengalami penurunan pendapatan yang signifikan akibat pembajakan konten. Hal ini merugikan pertumbuhan ekonomi dan menciptakan dampak negatif pada lapangan pekerjaan di negara ini.

Kerja sama antara pemerintah, AVISI, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi sangat penting dalam mengatasi darurat ini. Diperlukan
langkah-langkah konkret untuk mengidentifikasi, menghapus, dan mencegah konten ilegal di platform online serta untuk mengajak masyarakat untuk menonton hanya konten yang legal.

Ancaman konten pembajakan adalah masalah serius yang mempengaruhi ekonomi, keamanan, dan kreativitas Indonesia. Solusi holistik yang melibatkan semua pemangku kepentingan adalah satu-satunya cara untuk melindungi integritas digital negara ini dan memastikan masa depan yang berkelanjutan di era digital yang terus berkembang.

"Menurut penelitian, mengakses konten bajakan membawa risiko besar terhadap keamanan konsumen dari virus dan malware yang tertanam dalam layanan bajakan, sementara juga berdampak pada kerugian ekonomi. AVIA berkomitmen untuk terus mendukung upaya AVISI dalam memberikan edukasi kepada masyarakat Indonesia tentang pentingnya mengonsumsi konten legal," kata General Manager, Asia Video Industry Association Matthew Cheetam.

Editor: Dini Listiyani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut