Berusia 12 Tahun, WhatsApp Lanjutkan Komitmen soal Privasi Pengguna
Sekadar informasi, pada 2009, Brian Acton dan Jan Koum merupakan pendiri WhatsApp, setelah mereka berhenti dari pekerjaannya di Yahoo! Kemudian pada 2014, Acton kemudian menjual WhatsApp kepada Facebook. Harganya tidak main-main, saat itu saja sudah dibanderol USD22 miliar.
Kini Acton membangun kembali aplikasi serupa yang digadang lebih aman, yakni Signal. Acton menjabat sebagai Executive Chairman Signal Founsation, lembaga yang membantu pengembangan aplikasi Signal.
Signal merupakan aplikasi kirim pesan yang mengalami kenaikan jumlah pengguna dalam beberapa hari terakhir, setelah direkomendasikan oleh pendiri Tesla dan SpaceX, Elon Musk, melalui akun Twitter pribadinya
Signal dan penantang lainnya, Telegram, mengancam kepopuleran WhatsApp, setelah aplikasi di bawah naungan Facebook itu mengeluarkan aturan privasi baru yang kontroversi.
Namun, kepopuleran WhatsApp sepertinya tak tergoyahkan. Seperti disebutkan sebelumnya, masih sangat banyak pengguna WhatsApp yang tersebar di seluruh dunia.
Mungkin kepedulian masyarakat terhadap data di dunia maya belum cukup tinggi. Atau WhatsApp memang dirasa aplikasi yang cukup aman. Meski begitu, WhatsApp juga sudah berkali-kali mengeluarkan klarifikasi aplikasinya dijamin aman, dan tak ada privasi pengguna yang disalahgunakan. Langkah ini sebagai respon agar perusahaan tak kehilangan lebih banyak penggunanya.
Editor: Dini Listiyani