Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 220.000 Orang Belum Bekerja dan 50.000 Kena PHK di Indonesia akibat AI
Advertisement . Scroll to see content

2.043 Talenta AI Baru Berhasil Dicetak, Lampaui Target BDT 2026

Sabtu, 27 Juni 2026 - 21:30:00 WIB
2.043 Talenta AI Baru Berhasil Dicetak, Lampaui Target BDT 2026
2.043 talenta AI berhasil dicetak lampaui target awal program Badan Ekraf Digital Talent (BDT) 2026 yang semula hanya menargetkan 800 lulusan. (Foto: Niko Prayoga)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Pemerintah melalui Kementerian Ekonomi Kreatif melalui Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) berhasil mencetak 2.043 talenta baru di bidang kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI). Jumlah tersebut melampaui target awal program Badan Ekraf Digital Talent (BDT) 2026 yang semula hanya menargetkan 800 lulusan.

Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif, Muhammad Neil El Himam, mengatakan program yang dimulai sejak April 2026 itu mendapat antusiasme tinggi. Dari target 2.000 peserta, tercatat sebanyak 5.905 orang mendaftar dan 2.043 peserta berhasil lulu

"Ini dilaksanakan sudah sekitar dua bulan dan target tadinya pesertanya 2.000, tapi yang daftar 5.000 lebih. Dan target lulusannya juga 800, ternyata yang lulus juga lebih dari 2.000 juga," kata Neil di Gedung Film Pesona Indonesia, Sabtu (27/6/2026).

Neil menjelaskan peserta berasal dari seluruh provinsi di Indonesia. Sebanyak 70 persen berasal dari Pulau Jawa dan 30 persen dari luar Pulau Jawa. Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah peserta terbanyak, disusul Jawa Timur dan DKI Jakarta.

Menurutnya, lulusan program ini berasal dari beragam latar belakang, mulai dari pencari kerja, pekerja aktif hingga pelaku ekonomi kreatif. Kondisi tersebut dinilai positif karena kemampuan AI yang diperoleh dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kompetensi kerja maupun mengembangkan kreativitas.

"Saya lihat ada beberapa dari peserta ini yang ternyata sedang bekerja. Jadi, saya senang juga bahwa teman-teman ternyata bukan sekedar reskilling tapi juga upskilling nanti di dunia kerjanya. Sehingga nanti produktivitas teman-teman yang sudah bekerja akan lebih meningkat lagi," ujar Neil.

Dia menilai AI kini bukan lagi sekadar teknologi, tetapi telah menjadi infrastruktur penting yang mampu meningkatkan produktivitas, kualitas karya, dan nilai ekonomi. Karena itu, Indonesia membutuhkan semakin banyak talenta AI untuk menghadapi disrupsi teknologi di masa depan.

Data Kementerian Komunikasi dan Digital menunjukkan Indonesia masih membutuhkan sekitar 600.000 hingga 1,2 juta talenta digital setiap tahun, baik dari sektor teknologi maupun subsektor ekonomi kreatif.

"Dan kita yakin kita akan menghadapi berbagai tantangan disrupsi kedepannya dan kita tentunya harus siap. Itulah kenapa kita juga di Ekonomi Kreatif ini mendorong teman-teman kreator untuk mulai masuk ke dalam dunia AI untuk mempelajari dan juga nantinya bisa menerapkan," ucap Neil.

Sementara itu, CEO Dicoding, Narendra Wicaksono, mengatakan pelatihan selama dua bulan tersebut berfokus pada pemahaman fundamental AI, mulai dari karakteristik, cara kerja, hingga teknik menyusun prompt untuk menghasilkan berbagai solusi, seperti pembuatan website, sistem keuangan, hingga kampanye produk.

Menurutnya, kemampuan AI yang dipelajari disesuaikan dengan latar belakang masing-masing peserta sehingga dapat diterapkan secara relevan di dunia kerja maupun industri kreatif

"Kalau tadi kita lihat ada yang dari industri manufaktur, ada yang dari dia mungkin kayak freelancer juga yang lagi mencoba mengembangkan produk. Jadi memang AI ini bisa bermanfaat buat hampir semua sektor industri. Dan memang pelatihan ini tujuannya adalah untuk memastikan supaya semua orang yang bekerja di industri atau akan bekerja di industri itu bisa punya kapabilitas lebih. Sehingga mereka bisa relevan dengan kebutuhan industri dan akhirnya diserap," kata Narendra.

Narendra juga menyoroti salah satu peserta yang memanfaatkan AI untuk merancang produk energy gel bagi pelari, mulai dari riset, pembuatan merek hingga materi kampanye pemasa

Dengan hadirnya 2.043 lulusan Badan Ekraf Digital Talent 2026, pemerintah berharap semakin banyak talenta AI yang mampu mendorong transformasi digital di berbagai sektor serta menciptakan nilai ekonomi baru bagi industri kreatif Indonesia.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut