Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Profil dan Biodata Pavel Durov: Bos Telegram yang Wariskan 14 Miliar Dolar AS ke 100 Anak Biologisnya
Advertisement . Scroll to see content

Pavel Durov, Pendiri Telegram yang Dimusuhi Rusia hingga Diusir dari Negaranya

Selasa, 11 Oktober 2022 - 20:30:00 WIB
Pavel Durov, Pendiri Telegram yang Dimusuhi Rusia hingga Diusir dari Negaranya
Pavel Durov, Kisah Hidup Pendiri Telegram Yang sempat ditakuti Pemerintah Rusia (Foto: Wikipedia)
Advertisement . Scroll to see content

Karenanya, Pavel Durov menjadi sasaran kampanye kotor media dan dituduh menyalahgunakan dana perusahaan. Tak hanya itu, rumah Durov dan kantor VK sempat diobrak-abrik oleh penegak hukum.

Hingga pada akhir 2013, Durov menjual sahamnya di perusahaan dan mengundurkan diri sebagai CEO. Dia juga meninggalkan Rusia tak lama setelah peristiwa itu. 

Pavel Durov mendirikan Telegram

Namun sebelum meninggalkan Rusia, Pavel Durov sempat mengembangkan Telegram yang dikenal sebagai Telegra.ph. Berbeda dengan VK, Telegram dibuat lebih besar hingga pengguna dari seluruh negara di dunia bisa menggunakannya. 

Bertekad untuk menjaga Telegram tetap independen dari pengaruh perusahaan manapun dan pemerintah, Pavel Durov mendanai usahanya itu dari kantongnya sendiri dengan menjual obligasi. Untuk waktu yang lama, dia menolak mendapatkan penghasilan dari iklan.

Pavel Durov telah berulang kali menekankan bahwa aplikasinya tidak mengawasi obrolan pribadi pengguna seperti aplikasi perpesanan lainnya. Ia juga menolak untuk mematuhi permintaan pemerintah yang ingin memantau informasi tentang pengguna. 

Meskipun unggul dalam hal privasi, Telegram pernah dikritik karena sempat menjadi aplikasi pilihan bagi teroris. Menanggapi kritik tersebut, Pavel Durov memblokir halaman saluran ISIS hingga kelompok sayap kanan Amerika. 

Setelah melewati berbagai rintangan, Telegram kini menjadi aplikasi perpesanan yang sangat populer di seluruh dunia. Menurut laporan Forbes 2022, Telegram bahkan menempati posisi ke-6 sebagai aplikasi paling banyak diunduh di dunia.

Editor: Komaruddin Bagja

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut