Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kapal Induk AS USS Nimitz Siaga Dekat Kuba, Trump: Kita Ingin Bantu Mereka
Advertisement . Scroll to see content

Makin Mahal, Harga iPhone Bisa Naik 3 Kali Lipat Dampak Tarif Trump

Rabu, 09 April 2025 - 19:24:00 WIB
Makin Mahal, Harga iPhone Bisa Naik 3 Kali Lipat Dampak Tarif Trump
Harga iPhone bisa naik tiga kali lipat akibat kebijakan Presiden AS Donald Trump menaikkan tarif impor. (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

Harga tersebut mengacu pada pabrik fabrikasi atau fasilitas manufaktur berteknologi tinggi, tempat chip komputer yang memberi daya pada perangkat elektronik biasanya dibuat. Bahkan, Apple akan membutuhkan biaya sekitar 30 miliar dolar AS dan tiga tahun untuk memindahkan hanya 10% dari rantai pasokan mereka ke AS.

Pembuatan dan perakitan komponen ponsel pintar beralih ke Asia beberapa dekade lalu karena sebagian besar perusahaan-perusahaan Amerika fokus pada pengembangan perangkat lunak dan desain produk. Langkah ini menghasilkan margin keuntungan yang jauh lebih tinggi pada perusahaan-perusahaan AS. Bahkan, strategi ini membantu menjadikan Apple sebagai salah satu perusahaan paling bernilai di dunia dan mengukuhkan dirinya sebagai produsen ponsel pintar yang dominan.

Namun, saham Apple telah kehilangan sekitar 25% nilainya sejak pelantikan Trump pada akhir Januari. Hal ini karena kekhawatiran tentang dampak tarif pada rantai pasokannya yang luas, yang sangat bergantung pada China dan Taiwan. Pasalnya, sekitar 90 persen iPhone dirakit di China.

"Itulah mengapa saya pikir Anda bisa melihat apa yang terjadi pada saham, karena tidak ada perusahaan yang lebih terjebak dalam tarif ini di tengah badai kategori lima daripada Cupertino dan Apple. Ini adalah kiamat ekonomi, terutama untuk industri teknologi," kata Ives.

Untuk diketahui, chip yang menggerakkan iPhone sebagian besar diproduksi di Taiwan, sementara panel layarnya dipasok perusahaan Korea Selatan. Beberapa komponen lainnya dibuat di China dan sebagian besar perakitan akhir dilakukan di negara tersebut.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut