Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : I.League Kecam Tendangan Kungfu Fadly Alberto di EPA U-20: Mencoreng Kompetisi Usia Muda!
Advertisement . Scroll to see content

Viral Tendangan Kungfu di EPA U-20, SOS Sebut Bukti Lemahnya Pembinaan Sepak Bola

Selasa, 21 April 2026 - 22:01:00 WIB
Viral Tendangan Kungfu di EPA U-20, SOS Sebut Bukti Lemahnya Pembinaan Sepak Bola
Fadly Alberto Hengga. (Foto: IG @albrtoo_10)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Tendangan kungfu Fadly Alberto Hengga di Elite Pro Academy (EPA)  U-20 disebut Save Our Soccer (SOS) sebagai cermin buruk pembinaan sepak bola Indonesia.

Insiden tersebut terjadi saat Bhayangkara FC U-20 menghadapi Dewa United U-20 di Stadion Citarum, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (19/4/2026). Aksi itu langsung menjadi sorotan publik.

Koordinator SOS, Akmal Marhali, menilai kejadian tersebut mencerminkan masalah mendasar dalam ekosistem sepak bola nasional.

“Apa yang kita tanam itu yang kita petik. Sebenarnya kasus yang terjadi di laga EPA antara Bhayangkara FC melawan Dewa United adalah gambaran umum tentang ekosistem sepak bola kita,” ujarnya.

Dia menilai pembinaan pemain muda belum menyentuh aspek karakter secara menyeluruh. Selama ini, fokus dinilai masih pada kemampuan teknis semata.

“Di mana pembinaan kita ini belum mengarah kepada pembinaan sepak bola yang bukan cuma sekadar menendang dan menyundul bola. Bagaimana membangun attitude, sikap, dan juga tingkah laku di lapangan yang seharusnya juga menjadi bagian dari pembinaan sepak bola Indonesia,” jelasnya.

Selain itu, dia juga menyoroti kepemimpinan wasit dalam laga tersebut. Keputusan yang diambil dinilai turut memperkeruh suasana di lapangan.

“Ini akan menjadi problem besar kita di tengah juga, misalnya, kecurigaan-kecurigaan terhadap kepemimpinan wasit dan sebagainya. Jadi menurut saya, ini tidak serta-merta kesalahan pemain,” ucapnya.


Soroti Evaluasi dan Mediasi

Akmal mengingatkan publik agar tidak langsung menghakimi pemain secara berlebihan. Dia menilai hal tersebut dapat berdampak buruk bagi perkembangan pemain muda.

“Misalnya, kita sejauh ini menghakimi luar biasa Alberto Fadly Hengga yang pada akhirnya kita membunuh karakter anak tersebut dengan perilaku kita mengecam habis-habisan,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, Bhayangkara FC U-20 dan Dewa United U-20 dijadwalkan menjalani mediasi. Langkah ini diharapkan mampu meredam ketegangan.

Mediasi tersebut akan digelar di Dewa United Arena pada Rabu (22/4/2026) besok. Kedua pihak diharapkan bisa menemukan solusi terbaik.

Kasus ini kembali membuka perdebatan tentang kualitas pembinaan sepak bola usia muda di Indonesia. Banyak pihak menilai aspek mental dan sportivitas harus mendapat perhatian serius.

SOS menekankan pentingnya perbaikan sistem pembinaan secara menyeluruh. Tidak hanya kemampuan teknis, tetapi juga pembentukan karakter pemain harus menjadi prioritas.

Dengan sorotan ini, diharapkan pembinaan sepak bola Indonesia bisa berkembang lebih baik. Upaya tersebut dinilai penting demi mencetak generasi pemain yang berkualitas dan berkarakter.

Editor: Abdul Haris

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut