Timnas U-23 Gagal ke Piala Asia, Vanenburg Minta PSSI Gelar Kompetisi Usia Muda
Pelatih berusia 61 tahun itu menegaskan pentingnya data pembinaan. Dengan kompetisi berjenjang dari usia 11 hingga 17 tahun di seluruh Indonesia, federasi bisa mengoleksi data pemain yang nantinya disaring untuk pembinaan jangka panjang.
“Di Belanda juga seperti itu, orangnya tidak sebanyak di Indonesia, tapi sistemnya jelas, terstruktur di seluruh negara. Jadi mereka tahu pemain-pemain mudanya,” katanya.
Vanenburg mencontohkan negara-negara besar seperti Belanda, Spanyol, hingga Korea Selatan. Dengan sistem yang kuat, negara-negara itu seolah tidak pernah kehabisan talenta muda yang siap dipoles. Bakat ditemukan sejak kecil, dibina secara berjenjang, lalu dimatangkan melalui pemusatan latihan.
“Nanti ketika bakat sudah ditemukan, akan disaring dan dites lagi. Dengan sedikit polesan dan waktu pemusatan latihan, bakat-bakat itu dimatangkan hingga menjadi tim yang solid sejak usia muda,” tegasnya.
Dia menilai, dengan sistem yang terstruktur, pemain muda akan terbiasa dengan atmosfer kompetisi. Mental, keterampilan, hingga fisik mereka akan terbentuk lebih cepat. Pada akhirnya, kualitas itu menjadi bekal kuat ketika melangkah ke level U-23 hingga senior.