Terungkap! Calon Pelatih Chelsea Liam Rosenior Ternyata Fans Berat MU dan Sir Alex Ferguson
Bakat kepelatihan Rosenior sudah terlihat sejak masih aktif sebagai pemain. Ia menuntaskan lisensi UEFA A pada usia 32 tahun dan sempat terlibat dalam upaya menyelamatkan Derby County bersama Wayne Rooney saat klub tersebut dilanda krisis.
Nama Rosenior mulai benar-benar mencuat saat menangani Hull City. Dalam waktu 18 bulan, ia mengubah The Tigers dari tim papan bawah menjadi pesaing serius promosi. Hull tampil dengan sepak bola menyerang yang agresif, berani menekan tinggi, dan disiplin dalam bertahan—gaya yang membuatnya mendapat banyak pujian.
Kecintaannya pada Manchester United era Sir Alex juga terlihat dari pendekatannya terhadap pemain. Rosenior dikenal piawai membangun kedekatan emosional, memahami psikologi ruang ganti, serta tahu kapan harus memberi dukungan dan kapan menyampaikan kritik keras. Para pemain kerap merasa nyaman bekerja di bawah arahannya.
Reputasi Rosenior sebagai pengembang pemain muda juga tak terbantahkan. Di Hull, ia menjadi sosok penting di balik berkembangnya Tyler Morton, Jaden Philogene, dan Liam Delap. Ia juga berhasil menghidupkan kembali karier Fabio Carvalho yang sempat terpinggirkan di Liverpool.
Meski begitu, perjalanan Rosenior bukan tanpa cela. Hull gagal promosi dan performa tim menurun di akhir musim. Pemilik klub bahkan menilai gaya bermainnya terlalu metodis dan terkadang membosankan. Kritik lain menyebut Rosenior kurang fleksibel secara taktik, meski ia menganggapnya sebagai bentuk konsistensi terhadap filosofi bermain.