Terinspirasi Shin Tae-yong, Ha Hyeok-jun Bangun Pondasi Baru Timnas Laos U-23
Meski demikian, pelatih berusia 55 tahun itu menegaskan revolusi Laos tidak bisa instans. Menurutnya, kualitas pemain sebenarnya cukup potensial, hanya saja butuh dukungan kompetisi yang lebih kuat agar talenta muda bisa berkembang optimal.
“Para pemainnya bagus, jumlah pemainnya bagus, jumlah liganya bagus. Saya rasa ini tidak akan mudah. Kami harus bekerja lebih keras untuk tim Laos. Agar kami bisa menjadi tim yang bagus dalam dua atau tiga tahun ke depan,” ucapnya.
Ha Hyeok-jun juga jujur mengakui gaya bertahan total bukanlah filosofi yang dia harapkan. Namun, menghadapi tim sekelas Indonesia dengan kualitas pemain lebih baik, strategi pragmatis itu menjadi satu-satunya pilihan realistis.
“Cara kami bermain saat ini bukanlah strategi kami. Tapi kami tahu ini satu-satunya cara untuk menghasilkan hasil, karena dasar-dasar dan kualitas para pemain belum ada saat ini,” tegasnya.
Dia menambahkan, proyek jangka panjang untuk membawa Laos bermain lebih modern akan membutuhkan waktu bertahun-tahun. Namun untuk jangka pendek, pendekatan defensif dengan serangan balik adalah solusi paling rasional agar Laos tetap bisa bersaing di level regional.
Timnas Indonesia U-23 harus puas berbagi angka setelah bermain imbang 0-0. Hasil tersebut membuat Garuda Muda tertahan di posisi kedua Grup J, di bawah Korea Selatan yang menang telak 5-0 atas Makau. Indonesia akan menghadapi Makau pada Sabtu (6/9/2025) sebelum menantang Korea Selatan pada laga terakhir, Rabu (9/9/2025).
Editor: Abdul Haris