Tangis Messi di Piala Dunia 2026 Terungkap, Krisis Kesehatan Ayah Jadi Pemicu Emosi
Kedekatan Messi dengan ayahnya dikenal luas. Jorge bukan hanya orang tua, tetapi juga agen dan pengelola utama bisnis Messi di luar lapangan. Hubungan profesional dan personal itu membuat situasi kesehatan sang ayah memberi dampak besar bagi kondisi mental Messi.
Di tengah situasi berat tersebut, Messi tetap tampil luar biasa. Dia mencetak empat gol ke gawang Aljazair, meski satu dianulir karena offside. Tiga gol sah memastikan kemenangan Argentina dan membawa Messi menyamai rekor Miroslav Klose sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan 16 gol.
Laga itu juga menjadi penampilan ke-200 Messi bersama timnas Argentina. Disaksikan sang istri, Antonela Roccuzzo, serta anak-anaknya, Messi menegaskan ambisinya menambah koleksi prestasi setelah sukses meraih trofi Piala Dunia 2022.
Usai laga, Messi kembali menyinggung dukungan tim di tengah masa sulit.
“Saya menjalani hari-hari yang sulit dan rumit, tetapi saya berterima kasih kepada seluruh delegasi dan rekan setim karena mereka selalu ada di sisi saya, memberi kekuatan agar saya tetap baik,” ucapnya.
Messi memilih tidak mengurai detail persoalan pribadinya. Dia justru menekankan rasa syukur dan kebahagiaan masih bisa menikmati sepak bola di level tertinggi.
“Semua yang saya alami sekarang terasa luar biasa,” tuturnya.
Air mata di Kansas City menjadi pengingat sisi manusiawi seorang Messi. Di balik status legenda dan performa gemilang, ada tekanan personal besar yang tetap dia bawa saat mengenakan seragam Argentina di Piala Dunia 2026.
Editor: Reynaldi Hermawan