Stadion GBLA Rusak Parah, Manajemen Persib Kecewa Berat
Meski kerusakan cukup parah, manajemen Persib memilih untuk tidak menyalahkan pihak manapun secara spesifik. Sebaliknya, mereka lebih mendorong semangat kolaboratif antara klub dan suporter untuk menjaga fasilitas umum, khususnya yang berkaitan langsung dengan sepak bola.
“Kami percaya semangat cinta terhadap klub bisa diwujudkan dalam bentuk yang lebih positif dan membangun. Menjaga GBLA adalah salah satu bentuk nyata dukungan dan kecintaan terhadap Persib,” tutur Adhitia.
Pernyataan ini seolah menjadi ajakan moral bagi para suporter untuk menunjukkan rasa cinta terhadap klub dengan cara yang konstruktif. Tidak hanya datang mendukung di stadion, tapi juga menjaga fasilitas yang sudah ada agar tetap dalam kondisi terbaik.
Rusaknya beberapa bagian penting dari stadion seperti rumput lapangan, gawang, dan fasilitas lainnya tentu menimbulkan kekhawatiran. Apalagi, GBLA tengah disiapkan sebagai venue utama untuk pertandingan resmi ke depan.
Jika kerusakan tidak segera diperbaiki, maka bukan tidak mungkin akan mengganggu jadwal atau pelaksanaan pertandingan kandang Persib berikutnya. Terlebih, perbaikan stadion bukan hal yang bisa dilakukan dalam waktu singkat.
Manajemen berharap kejadian ini menjadi pelajaran bersama. Momen ini diharapkan dapat membangkitkan kesadaran bersama bahwa fasilitas sepak bola tidak bisa hanya dimanfaatkan, tetapi juga harus dipelihara.
Kerusakan yang menimpa Stadion Gelora Bandung Lautan Api usai pertandingan Persib vs Persis Solo menjadi perhatian serius manajemen. Tanpa menunjuk pihak tertentu sebagai penyebab, Persib berharap semua pihak bisa introspeksi.
“Menjaga GBLA adalah salah satu bentuk nyata dukungan dan kecintaan terhadap Persib,” tegas Adhitia.
Kini, saatnya suporter dan masyarakat umum berperan aktif dalam menjaga stadion ini agar selalu menjadi rumah yang membanggakan. Stadion bukan hanya tempat bertanding, tapi juga warisan yang harus dijaga bersama.
Editor: Abdul Haris