Spalletti Kritik Wasit usai Juventus Ditahan Lazio, Akhiri Protes dengan Ciuman
“Wasit bisa menafsirkannya sesuka hati, karena bek tidak berhati-hati saat melakukan tekel sliding, jadi dia mengambil risiko,” ujar Spalletti.
“Saya tidak di sini untuk mengatakan penalti atau tidak. Dia bisa saja berlari kembali ke arah bola, tetapi saya memilih melihatnya lebih luas,” lanjut dia.
Spalletti menyoroti masalah utama dalam sepak bola modern, yakni inkonsistensi interpretasi aturan. “Semua orang sekarang memprotes soal aturan, tetapi selalu ada interpretasi. Tekanan saat kaki terinjak, handball yang tidak dilihat siapa pun di stadion tetapi diperbesar kamera, semuanya terbuka untuk penafsiran,” ucapnya.
Dia menegaskan tidak semua kontak layak berujung hukuman.
“Anda tidak bisa menyamaratakan setiap kontak sebagai penalti,” kata pelatih Juventus tersebut dengan nada tinggi.
Spalletti kemudian mengaitkan insiden tersebut dengan pertandingan lain melawan Atalanta. Dalam laga itu, penalti diberikan akibat handball yang bahkan tidak disadari Ederson saat dia mengirimkan umpan silang.