Sosok Pierluigi Collina, Wasit Terbaik Dalam Sejarah Sepak Bola yang Membuat Nyali Setiap Pemain Ciut
Auranya sebagai pribadi sangat luar biasa. Ia mampu meredam setiap ego, amarah, hingga rasa frustasi para pemain paling 'preman' sekaligus. Ketenangan dan rasa percaya dirinya tidak pernah membuat ia terintimidasi.
Dengan pendekatannya yang berbeda, ia menjadi wasit paling disegani di Italia dan Eropa. Pemain paling bandel sekalipun akan ciut nyalinya jika berhadapan dengan sang wasit berkepala plontos tersebut.
Jika ia dibenta, Collina akan membentak balik dengan nada lebih tinggi diikuti sorot mata tajamnya yang bisa meruntuhkan mental pemain. Tidak heran, ia selalu memiliki bargaining power yang kuat di mata pemain.
Saat masih muda, ia menderita penyakit alopecia yang parah sehingga semua rambut dan bulu di kepalanya rontok. Namun, hal itu memberinya penampilan yang khas dengan kepala plontos dan sorot mata tajam yang kharismatik. Collina kemudian dijuluki sebagai Kojak.
Sayangnya, karier Collina berakhir dengan tidak menyenangkan pada tahun 2005. Saat itu, Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) sebenarnya sempat akan memutuskan batas usia wasit dari 45 tahun menjadi 46 tahun.