Siapa Liam Rosenior? Calon Pelatih Chelsea yang Baru Pengganti Enzo Maresca
Tak hanya pemain muda, Rosenior juga mampu mengangkat level pemain berpengalaman yang sebelumnya hanya berkutat di Football League. Di sinilah atribut terbesarnya terlihat: kecerdasan emosional.
Para pemain dikenal nyaman bekerja dengannya. Ia tahu kapan harus merangkul dan kapan harus bersikap tegas. Kritik Chelsea terhadap Maresca soal kurangnya kematangan emosional nyaris mustahil diarahkan kepada Rosenior.
Meski begitu, kariernya bukan tanpa cela. Hull gagal promosi dan performa tim menurun di akhir musim. Pemilik Hull, Acun Ilicali, bahkan menyebut gaya bermain yang membosankan—bukan kegagalan masuk play-off—sebagai alasan pemecatan.
Kritik lain yang kerap muncul adalah kurangnya fleksibilitas taktik ketika rencana utama tidak berjalan. Rosenior, di sisi lain, melihat itu sebagai konsistensi terhadap filosofi, bukan keras kepala.
Langkah ke Strasbourg kemudian menjadi keputusan tak terduga, namun strategis. Klub Ligue 1 itu berada di bawah payung BlueCo, grup yang juga memiliki Chelsea. Di Prancis, Rosenior tetap setia pada prinsipnya: mempercayai pemain muda dan memainkan sepak bola berani. Pendekatan ini dinilai selaras dengan profil skuad Chelsea saat ini.