Sejarah Hari Ini: Real Madrid Raih La Decima Liga Champions
Momentum itu mendongkrak mental pasukan Los Blancos. Terbukti, pada fase extra time itu Madrid menunjukkan hegemoninya dengan melesakkan tambahan tiga gol.
Pertama pada menit ke-110. Berawal dari akselerasi Angel Di Maria dari sisi kiri melewati tiga pemain lawan sebelum melepaskan tembakan. Percobaan itu masih bisa diblok Courtois. Namun, bola pantulannya disambar Gareth Bale dengan sundulannya menggetarkan gawang Atletico.
Delapan menit kemudian, giliran Marcelo yang menunjukkan aksinya. Bek asal Brasil itu merangsek mendekati kotak penalti Atletico sebelum melepaskan sepakan kaki kirinya yang gagal dibendung Courtois.
Dua menit berselang, akselerasi Cristiano Ronaldo di kotak penalti Atletico dijatuhkan bek lawan. Wasit menunjuk titik putih. Ronaldo yang menjadi eksekutor mampu menuntaskannya menjadi gol keempat Madrid.
Madrid pun sukses memutuskan puasa gelar Liga Champions setelah menanti 12 tahun lamanya sejak terakhir meraihnya pada 2002 silam.
Ini juga menjadi kali pertama Los Blancos memenangkan final kompetisi Eropa setelah tertinggal lebih dulu di babak pertama.
Buat Ancelotti, itu menjadi trofi Eropa ketiga yang pernah diraihnya setelah sebelumnya juga membawa AC Milan kampiun pada 2003, dan 2007. Sukses itu membuatnya setara dengan Bob Paisley (Liverpool 1977, 1978, 1981) sebagai pelatih paling sering menjuarai Piala/Liga Champions.
Nakhoda asal Italia itu juga menyamai Ernst Happel (Feyenoord, HSV), Ottmar Hitzfeld (Borussia Dortmund, Bayern Munchen), Jose Mourinho (FC Porto, Inter) dan Jupp Heynckes (Real Madrid, Bayern) yang mampu menjuarai Piala/Liga Champions dengan dua klub berbeda.
Editor: Abdul Haris