Ruben Amorim Akui Banyak Salah di MU: Saya Minta Maaf kepada Fans!
Dia sebelumnya ingin bergabung pada akhir musim, tetapi situasi membuat MU meminta keputusan lebih cepat. Amorim akhirnya mengambil pekerjaan tersebut meski harus melakukan perubahan besar dalam waktu singkat.
Selain masalah waktu kedatangan, Amorim juga merasa ada perbedaan pemahaman mengenai perannya di klub. Dia melihat dirinya sebagai seorang "manajer" yang memiliki pengaruh lebih luas, bukan hanya pelatih yang bertanggung jawab terhadap strategi pertandingan.
Namun, MU memperkenalkannya sebagai "head coach" atau pelatih kepala. Perbedaan pandangan mengenai peran tersebut kemudian menjadi salah satu tantangan selama masa kepemimpinannya.
Kini, Amorim membuka babak baru bersama AC Milan. Pengalaman sulit di MU menjadi pelajaran penting bagi dia untuk membangun kembali reputasi sebagai salah satu pelatih muda berbakat di Eropa.
Editor: Abdul Haris