Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Real Madrid Prioritaskan Kejar Bek Inter Milan, Mourinho Fokus Benahi Lini Pertahanan
Advertisement . Scroll to see content

RIP Sepak Bola Eropa, Ini Alasan European Super League Dibenci Banyak Pihak

Senin, 19 April 2021 - 16:38:00 WIB
RIP Sepak Bola Eropa, Ini Alasan European Super League Dibenci Banyak Pihak
European Super League menjadi perbincangan hangat pecinta si kulit bundar seluruh dunia. Kompetisi tersebut dikecam banyak pihak lantaran 'membunuh' sepak bola. (Foto: Give Me Sport)
Advertisement . Scroll to see content

"Saya sudah menjadi penggemar MU selama 40 tahun. Tetapi, saya merasa sangat jijik. Saya paling jijik dengan MU dan Liverpool,” kata Neville dikutip dari Sky Sports, Senin (19/4/2021).

“Liverpool terus menggaungkan ungkapan You’ll Never Walk Alone, dan menjadi klub milik penggemar dan rakyat. Sedangkan MU yang sudah berusia 100 tahun, lahir dari kaum pekerja di sekitar,” ujarnya.

Pertanyaannya kenapa banyak pihak membenci European Super League?

European Super League digagas klub elite sebagai solusi krisis finansial di tengah pandemi. Perlu diketahui kompetisi tersebut akan mendapat kucuran dana senilai 6 miliar dolar Amerika Serikat dari Bank JP Morgan.

Selain itu European Super League punya tujuan untuk meningkatkan kualitas dan intensitas kompetisi Eropa. Hajatan tersebut membuat klub dan pemain top bisa bersaing secara teratur.

Namun bergabungnya tim-tim elite Eropa dalam satu turnamen akan menutup lahirnya persaingan sehat di sepak bola. Sebab tim-tim kecil tidak akan bisa bersaing dengan tim terbaik.

Sementara tim kuat menjadi semakin hebat plus kaya raya. Hal itu yang membuat banyak insan sepak bola mengutuk European Super League. UEFA bahkan memberikan sanksi tegas berupa larangan bermain di kompetisi Eropa dan Tim Nasional bagis siapa saja pemain yang berpartisipasi di ajang tersebut.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut