RIP Sepak Bola Eropa, Ini Alasan European Super League Dibenci Banyak Pihak
"Saya sudah menjadi penggemar MU selama 40 tahun. Tetapi, saya merasa sangat jijik. Saya paling jijik dengan MU dan Liverpool,” kata Neville dikutip dari Sky Sports, Senin (19/4/2021).
“Liverpool terus menggaungkan ungkapan You’ll Never Walk Alone, dan menjadi klub milik penggemar dan rakyat. Sedangkan MU yang sudah berusia 100 tahun, lahir dari kaum pekerja di sekitar,” ujarnya.
Pertanyaannya kenapa banyak pihak membenci European Super League?
European Super League digagas klub elite sebagai solusi krisis finansial di tengah pandemi. Perlu diketahui kompetisi tersebut akan mendapat kucuran dana senilai 6 miliar dolar Amerika Serikat dari Bank JP Morgan.
Selain itu European Super League punya tujuan untuk meningkatkan kualitas dan intensitas kompetisi Eropa. Hajatan tersebut membuat klub dan pemain top bisa bersaing secara teratur.
Namun bergabungnya tim-tim elite Eropa dalam satu turnamen akan menutup lahirnya persaingan sehat di sepak bola. Sebab tim-tim kecil tidak akan bisa bersaing dengan tim terbaik.
Sementara tim kuat menjadi semakin hebat plus kaya raya. Hal itu yang membuat banyak insan sepak bola mengutuk European Super League. UEFA bahkan memberikan sanksi tegas berupa larangan bermain di kompetisi Eropa dan Tim Nasional bagis siapa saja pemain yang berpartisipasi di ajang tersebut.
Editor: Reynaldi Hermawan