Ramadan di Premier League! Pemain Muslim Diberi Waktu Buka Puasa di Tengah Laga
Kebijakan ini pertama kali diterapkan pada 2021. Saat itu, Wesley Fofana dari Leicester City dan Cheikhou Kouyate dari Crystal Palace diizinkan berbuka puasa dalam laga yang mempertemukan kedua tim.
Fofana menyampaikan terima kasih kepada Premier League, Crystal Palace, dan ofisial pertandingan atas kesempatan berbuka puasa di lapangan. Pada April 2024, pemain Everton seperti Abdoulaye Doucoure, Idrissa Gueye, dan Amadou Onana juga sempat menghentikan laga melawan Newcastle United untuk berbuka.
1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026, Ini Penjelasan Menag
Doucoure pernah berbicara mengenai pengalamannya menjalani Ramadan sebagai pesepak bola profesional.
“Saya selalu mencintai Ramadan,” ujarnya kepada BBC dalam wawancara 2023. “Terkadang bermain sepak bola terasa sulit karena Ramadan pernah jatuh pada musim panas dan selama pramusim.”
Dia melanjutkan, “Namun saya selalu beruntung bisa menjalankan Ramadan dan tidak pernah ada masalah dengan kondisi fisik saya - saya bersyukur untuk itu.”
Doucoure juga menegaskan prioritas hidupnya. “Agama saya adalah hal terpenting dalam hidup saya - saya menempatkan agama saya di urutan pertama, lalu pekerjaan saya. Anda bisa melakukan keduanya bersama dan saya bahagia dengan itu.”
Penerapan jeda Ramadan di Premier League menjadi contoh adaptasi kompetisi terhadap kebutuhan pemain. Dengan jadwal padat dan intensitas tinggi, kebijakan ini memberi ruang bagi pemain Muslim menjalankan ibadah tanpa meninggalkan tanggung jawab profesional.
Editor: Reynaldi Hermawan