PSSI Geram Insiden Suporter, Larangan Suporter Tandang Bisa Berlaku Lagi Musim Depan
Arya menyampaikan federasi akan mengambil langkah tegas jika insiden serupa terus terjadi. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah kembali menerapkan larangan suporter tandang pada musim kompetisi berikutnya.
"Untuk musim depan? Kalau terus seperti ini terus, jangan salahkan federasi ketika itu diterapkan," tegas Arya kepada awak media, termasuk iNews Media Group di Jakarta, Sabtu (7/3/2026).
Dirtek PSSI Alexander Zwiers dan Simon Tahamata Pantau Timnas Indonesia U-17 vs China usai Kekalahan 0-7
Dia juga menyoroti perilaku suporter yang masih sering melakukan aksi perusakan di stadion.
"Karena kita tidak bisa disiplin dan tidak bisa menunjukkan bahwa kita mampu untuk itu, malu. Kita setiap pertandingan kursi di lempar-lempar, dibongkar, apa itu," tambahnya.
Arya menjelaskan akhir musim kompetisi sering menjadi periode yang paling rawan terjadi konflik antar suporter. Banyak tim berada dalam situasi genting karena sedang bersaing meraih gelar atau berjuang keluar dari zona degradasi.
Situasi tersebut memengaruhi emosi dan psikologi suporter. Kondisi ini membuat potensi kericuhan meningkat, terutama dalam pertandingan dengan tensi tinggi.
Karena itu PSSI mulai melakukan pembahasan intensif bersama operator kompetisi iLeague serta pihak keamanan untuk memantau situasi di sisa musim.
"Sekarang kita sedang diskusi. Kenapa diskusi? Di PSSI kita sedang diskusi. Karena sekarang lagi menuju kondisi-kondisi yang rawan, kan ini menuju akhir (musim). Jadi, ini kondisi rawan," tutur Arya.
Dia juga menambahkan pembahasan dilakukan secara serius dengan melibatkan berbagai pihak.
"Ini yang sedang kami diskusikan dengan ketat, mulai dari pak Rudi dari keamanan juga sangat ketat melakukan diskusi membicarakan lebih detail mengenai kondisi ini. Karena menuju akhir-akhir liga (Super League) sedikit rawan, baik dari Liga 1 (Super League) maupun Liga 2 (Championship) karena masalah promosi," pungkasnya.
Editor: Reynaldi Hermawan