Profil Federico Chiesa: Anak Ajaib Pengganti Gabriel Batistuta
“Don’t let your dreams, be dreams,” begitulah kalimat motivasi yang pernah diucapkan musisi kenamaan, Jack Johnson. 21 tahun berlalu, Chiesa tumbuh menjadi monster di sisi kanan lini serang Tim Nasional Italia. Seorang remaja yang mulanya bermain bola di dalam ruang tamu rumahnya menjelma menjadi mimpi buruk Austria di babak 16 besar Euro 2020.
Berawal dari kontrol bola memanjakan mata, Chiesa membobol gawang Daniel Bachmann. Wembley Stadium bergejolak, kancah sepak bola Eropa menemukan sosok bintang baru. Chiesa pulalah yang mengawali mimpi buruk Spanyol di babak semifinal. Tendangan kerasnya mendarat di gawang Unai Simon dengan mulus.
Pepo -panggilan masa kecilnya- lahir pada 25 Oktober 1997, buah hubungan Enrico dengan Francesca Lombardi. Chiesa adalah anak sulung dari tiga bersaudara. Dia memiliki adik perempuan bernama Adriana dan yang bungsu bernama Lorenzo. Di sebuah kota pelabuhan bernama Genoa, orangtuanya menyambut anak pertamanya itu dengan sukacita.
Pada umur balita, sang ayah membawa Chiesa kecil ke Florence. Di Florence, Chiesa menimba ilmu di klub lokal, U.S Settignanese, sebelum akhirnya bergabung bersama akademi Fiorentina. Bersama kedua saudara kandungnya, Chiesa tumbuh besar di Florence.

Pepatah pernah mengatakan bahwa segala sesuatu akan berjalan baik jika diserahkan kepada ahlinya. Dan benar saja, di akademi Fiorentina, dia dibimbing langsung oleh pencetak gol terbanyak kedelapan Serie A sepanjang masa, Kurt Hamrin.