Profil dan Biodata Son Heung-min, Matahari dari Timur yang Bawa Tottenham Putus Kutukan 17 Tahun
Dalam sebuah wawancara dengan The Guardian, Son mengungkapkan bahwa ia tidak bermain dalam pertandingan kompetitif hingga usia remaja. Ayahnya ingin tekniknya sempurna terlebih dahulu.
“Saya dilatih untuk mencintai sepak bola, bukan hanya bermain,” tutur Son Heung-min dikutip The Guardian, beberapa waktu lalu.
Son memulai petualangannya di Eropa bersama Hamburger SV di usia 16 tahun sebelum pindah ke Bayer Leverkusen. Tapi titik balik sejatinya datang pada 2015, saat Tottenham Hotspur menebusnya dengan nilai transfer 22 juta poundsterling. Saat itu, ia menjadi pemain Asia termahal sepanjang sejarah.
Media Inggris seperti Sky Sports awalnya skeptis, namun Son menjawab semua keraguan dengan gol demi gol, aksi solo menawan, dan ketajamannya di momen krusial. Ia kini telah menjadi ikon global dan kapten Tottenham, mencatatkan lebih dari 160 gol untuk klub.
Sebagai kapten timnas Korea Selatan, Son telah bermain di tiga edisi Piala Dunia dan membantu negaranya meraih medali emas Asian Games 2018, prestasi yang membuatnya bebas dari wajib militer.