Presiden Real Madrid Kirim Pesan Nyelekit untuk Kylian Mbappe: Pria Malang, Dia Pasti Menyesal
Sebelumnya Perez juga menyinggung kontroversi yang menyelimuti perpanjangan kontrak pemain berusia 23 tahun tersebut. Dia menuding Presiden Prancis Emmanuel Macron ikut terlibat membujuk Mbappe agar mau memperpanjang kontrak di Paris.
“Macron menghubungi Mbappe, itu tidak masuk akal, lalu PSG menawarinya untuk menjadi pemimpin proyek,” kata Perez kepada El-Chiringuito TV sebagaimana dikabarkan jurnalis pakar transfer, Fabrizio Romano.
Selain itu, Perez juga mengungkapkan alasan mengapa Real Madrid memilih mundur ketimbang terus mengejar Mbappe. Menurutnya, Mbappe tidak sesuai dengan filosofi klubnya.
Perez menyebut Mbappe merupakan pemain yang selalu ingin diperlakukan spesial. Dirinya menegaskan tidak ada pemain yang lebih besar dari klub.
“Itu mengubah segalanya, saya tidak melihat Kylian Mbappe yang sama seperti yang kami inginkan, di sini, tidak ada yang lebih besar dari Real Madrid. Itu tidak akan berubah,” tambahnya.