Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Joey Pelupessy Berpeluang Batal ke Persib, Penyebabnya di Luar Dugaan
Advertisement . Scroll to see content

Pelatih Timnas Indonesia Wajib Libatkan Juru Taktik Lokal, Ini Tujuannya

Kamis, 27 November 2025 - 09:22:00 WIB
Pelatih Timnas Indonesia Wajib Libatkan Juru Taktik Lokal, Ini Tujuannya
Timnas Indonesia. (Foto: PSSI)
Advertisement . Scroll to see content

Pentingnya Transfer Ilmu ke Juru Taktik Lokal

Menurut Sumardji, keterlibatan pelatih lokal dalam tim kepelatihan bukan sekadar formalitas, melainkan kebutuhan utama untuk keberlanjutan pengembangan sepak bola Indonesia. Dia menegaskan bahwa pelatih baru Timnas Indonesia wajib membuka ruang selebar-lebarnya bagi asisten lokal agar bisa menyerap ilmu dan pengalaman dari pelatih senior. 

“Oh iya pasti dong itu (ada kesempatan untuk pelatih lokal) harus karena kan yang kita butuhkan ini adalah transfer ilmu dari pelatih senior kepada asisten lokal,” tutur Sumardji kepada awak media, termasuk iNews Media Group di Stadion Madya, Senayan, Jakarta pada Rabu (26/11/2025) kemarin.

Sumardji menilai, peran pelatih lokal yang belajar langsung dari pelatih asing terbukti membawa dampak positif dalam beberapa periode sebelumnya. Dia mencontohkan bagaimana posisi dan peran Nova Arianto saat bekerja bersama pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong (STY), di lingkungan Timnas Indonesia telah menunjukkan hasil yang nyata.

“Itu penting sekali dan kita tidak bisa tidak kita pungkiri loh ya dengan sekarang adanya Coach Nova (Arianto) itu kan buah daripada ketekunan Coach Nova belajar bersama-sama dengan pelatih STY. Kan itu kan tidak bisa kita pungkiri dan itu fakta loh,” sambung pria berpangkat Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) itu.


Nova Arianto Contoh Sukses Transfer Ilmu dari Pelatih Asing

Seperti disampaikan Sumardji, transfer ilmu yang terjadi saat Shin Tae-yong memimpin tim dan Nova Arianto menjadi bagian dari staf kepelatihannya dinilai sebagai contoh sukses. Dari proses tersebut, Nova tidak hanya berperan sebagai asisten, tetapi juga berkembang menjadi pelatih yang dipercaya mengemban tanggung jawab lebih besar di level usia muda.

Diketahui, Nova Arianto kemudian dipercaya sebagai pelatih Timnas Indonesia U-17. Di bawah kepemimpinan dia, Garuda Asia mampu mencatat prestasi penting dengan lolos ke Piala Dunia U-17 tanpa mengandalkan keistimewaan status tuan rumah. Capaian tersebut menegaskan nilai nyata dari proses transfer ilmu yang sebelumnya ditekankan Sumardji.

Lebih dari itu, Timnas Indonesia U-17 yang diasuh Nova juga menorehkan sejarah dengan merebut kemenangan perdana di ajang Piala Dunia U-17. Fakta ini semakin menguatkan argumen bahwa pelibatan pelatih lokal di sisi pelatih asing bukan sekadar simbolis, tetapi dapat melahirkan dampak konkret bagi prestasi tim nasional.

Dengan pengalaman tersebut, PSSI menjadikan konsep transfer ilmu sebagai salah satu titik tekan utama dalam seleksi pelatih baru Timnas Indonesia. Komitmen pelatih asing untuk bekerja bersama dan mengangkat kapasitas pelatih lokal akan menjadi faktor penting di antara sederet pertanyaan dan kriteria yang disusun federasi dalam proses tersebut.

Ke depan, keterlibatan pelatih lokal diharapkan tidak hanya berhenti pada level asisten, tetapi juga melahirkan lebih banyak sosok seperti Nova Arianto yang mampu menjadi pelatih kepala di berbagai kelompok umur tim nasional. Melalui skema ini, PSSI berupaya memastikan setiap periode pergantian pelatih asing selalu meninggalkan peningkatan kualitas sumber daya pelatih lokal di sepak bola Indonesia.

Editor: Abdul Haris

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut