Pelatih Irak Sebut Persiapan Timnya Buruk, Waswas Kebangkitan Timnas Indonesia
“Turnamen Piala Raja tidak membantu pelatih memahami level timnya yang sebenarnya. Mereka membutuhkan pertandingan besar untuk meningkatkan level teknik, terutama karena pertandingan melawan Indonesia dan Arab Saudi tidak menoleransi kesalahan,” kata Adnan.
Lebih lanjut, Adnan menyoroti budaya kerja sepak bola Irak yang menurutnya masih banyak dipengaruhi improvisasi.
“Di negara kami, pekerjaan institusional didominasi oleh improvisasi, mengandalkan keputusan spontan tanpa perencanaan sebelumnya. Masalah ini telah mengganggu tim Irak, yang membutuhkan pertandingan sebanyak mungkin sebelum memasuki babak play-off,” jelasnya.
Dalam pandangannya, Indonesia kini jauh berbeda dari tim yang sebelumnya dihadapi Irak di babak kualifikasi. Perubahan besar ini datang setelah Garuda ditangani pelatih asal Belanda, Patrick Kluivert.
“Misi tim nasional Irak di babak play-off akan sangat sulit. Semua orang memperhatikan persiapan Arab Saudi dan Indonesia, karena mereka jauh lebih unggul. Bahkan tim Indonesia akan berbeda dari tim yang sebelumnya dihadapi Irak, karena mereka telah berkembang pesat di bawah kepemimpinan Patrick Kluivert,” tegas Adnan.