Nasib Pelatih Kosel usai Gagal di Piala Dunia: STY Dilempari Telur, Hong Myung-bo Di-blur
Namun, tidak sedikit pula yang menganggap tayangan tersebut melampaui batas. Kelompok ini menilai penyamaran wajah pelatih tidak mencerminkan penghormatan terhadap sosok yang memimpin tim sepanjang turnamen, terlepas dari hasil akhir.
Insiden ini langsung mengingatkan publik pada memori pahit tahun 2018. Saat itu, Shin Tae-yong mengalami tekanan fisik dan mental jauh lebih keras usai Korea Selatan gagal lolos fase grup Piala Dunia 2018.
Ketika skuad Korea Selatan tiba di bandara, Shin Tae-yong bersama para pemain, termasuk Son Heung-min, mendapat sambutan kemarahan suporter berupa lemparan telur. Peristiwa itu menjadi simbol kekecewaan publik yang meledak tanpa filter.
Perbandingan dua era ini menunjukkan satu benang merah. Pelatih lokal sekalipun tidak kebal dari tekanan ekstrem publik Korea Selatan saat target besar meleset, baik lewat aksi langsung seperti lemparan telur maupun sindiran visual di layar televisi.
Hong Myung-bo sendiri sudah memutuskan mundur dari kursi pelatih Timnas Korsel.
"Saya benar-benar meminta maaf pada masyarakat Korea yang mendukung tim ini. Hari ini, saya memutuskan mundur," ujar Hong Myung-Bo dikutip dari Chosun.
"Karena itu saya berdiri di sini untuk mengambil tanggung jawab dibanding memberi alasan. Saya gagal memberikan hasil yang diharapkan publik. Tanggung jawab ada pada saya, sebagai pelatih," ujarnya.
Kegagalan di Piala Dunia 2026 diperkirakan mendorong evaluasi menyeluruh di tubuh sepak bola Korea Selatan. Federasi disebut akan meninjau ulang kinerja tim, struktur kepelatihan, hingga program jangka panjang pembinaan pemain.
Editor: Reynaldi Hermawan