Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Timnas Indonesia Vs Saint Kitts & Nevis di FIFA Series 2026, Debut John Herdman Jadi Sorotan
Advertisement . Scroll to see content

Momen-momen Sedih Timnas Indonesia ketika Runner Up Piala AFF, Tumpahnya Air Mata Sang Legenda  

Kamis, 08 Desember 2022 - 10:00:00 WIB
Momen-momen Sedih Timnas Indonesia ketika Runner Up Piala AFF, Tumpahnya Air Mata Sang Legenda  
Boaz Solossa (foto: PSSI).
Advertisement . Scroll to see content

2. Tendangan Penalti Meleset (Piala AFF 2010)

Momen sedih lainnya juga terekam dalam partai final Piala AFF 2010, kala Indonesia melalui kaki Firman Utina gagal membobol gawang lawan dengan tendangan penalti. Firman yang dipercaya menjadi kapten timnas tidak berhasil melakukan tugasnya sebagai eksekutor penalti dengan baik di leg kedua final yang digelar di stadion GBK, Jakarta. 

Padahal, kala itu Indonesia membutuhkan banyak angka, usai kalah 0-3 di leg pertama. Hingga akhirnya, skuad Garuda tidak berhasil mengalahkan Malaysia dan menelan kekalahan. Di ajang tersebut, para penggawa timnas juga didera isu tak sedap. 

Melansir Okezone, Firman dan kawan-kawan dituduh menerima suap, sehingga terpaksa kalah di partai final. Salah satu pemain timnas, Ahmad Bustomi, bahkan mengutarakan kekecewaannya atas beredarnya kabar tersebut. Ia mendukung aparat kepolisian untuk mengusut kasus itu.

3. Air Mata Boaz Solossa Tumpah (Piala AFF 2016)

Kembali gagal merengkuh gelar juara di Piala AFF tahun 2016, salah satu pemain andalan Indonesia, Boaz Solossa, menumpahkan air matanya. Ia yang kala itu berposisi sebagai kapten timnas tak berdaya melihat timnya dikalahkan Thailand pada leg pertama di Stadion Pakansari, Bogor. 

Setelah pertandingan resmi berakhir, Boaz terlihat meninggalkan rekan-rekannya sembari mengeluarkan air mata. Tak berselang lama, pelatih Alfred Riedl menghampiri pemain asal Sorong itu dan memeluknya.

Kesedihan juga terlihat dari ibunda Boaz, Maria Solossa, pada pertandingan leg kedua Indonesia kontra Thailand di Stadion Rajamangala, Bangkok, pada 17 Desember 2016. 

Maria yang menyaksikan pertandingan dari bangku penonton terlihat menangis ketika wasit meniup pluit panjang, tanda berakhirnya laga. Dengan agregat 3-2, Thailand dipastikan menjadi juara dan berhak membawa trofi.

Penampilan Boaz sebenarnya sangat baik dalam kariernya membela timnas di ajang Piala AFF. Pada tahun 2004, misalnya, Boaz menjadi salah satu pencetak gol dalam laga Indonesia vs Malaysia. Pesepak bola berjuluk wonderkid itu melesatkan tendangannya ke gawang Malaysia pada menit ke-84. Piala AFF 2004 itu juga menjadi ajang perdana Boaz usai bergabung dengan timnas, di bawah asuhan Peter White.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut