MilkLife Soccer Challenge Semarang Seri 1 2025 Panen Talenta Emas!
Dua gol tercipta di babak pertama, salah satunya melalui tendangan bebas yang memukau. Dua gol tambahan dilesakkan setelah jeda, mempertegas dominasi tim asuhan Coach Althariq Bagus Istianto.
“Kemenangan ini layak mereka dapatkan berkat hasil kerja keras dan latihan rutin. Tentu gelar juara ini tidak membuat kami terlena, tim kami akan terus berlatih memperbaiki diri hingga menjadi yang terbaik,” tegas Coach Althariq.
Turnamen ini bukan sekadar pertandingan—tapi cerminan kebangkitan ekosistem sepak bola putri di Kota Semarang. Sebanyak 1.213 siswi dari 64 MI dan SD ambil bagian. Kini, berbagai sekolah sepak bola seperti Bhaladika Pertiwi, Arema FC Women Academy, dan Ratanika Putri Semarang membuka kelas khusus untuk putri.
Coach Timo Scheunemann, pelatih berlisensi UEFA A asal Jerman, sangat mengapresiasi perkembangan ini.
“Ekosistem sepak bola putri sudah tercipta. Tren positif itu terjadi tak hanya di Semarang, tetapi juga di kota-kota lain. Saya mengapresiasi hal tersebut karena mampu memberikan para atlet kesempatan untuk berkembang dan bisa melanjutkan jenjang karier mereka ke level profesional nantinya," ujarnya.
Bukti Nyata Komitmen untuk Sepak Bola Putri Indonesia