Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Presiden FIFA Gianni Infantino Ingin Sanksi Rusia Dicabut, Ukraina Langsung Protes
Advertisement . Scroll to see content

Michel Platini Hadapi Sidang Kasus Korupsi FIFA Senin Besok

Minggu, 14 Maret 2021 - 19:30:00 WIB
Michel Platini Hadapi Sidang Kasus Korupsi FIFA Senin Besok
Michel Platini. (Foto: REUTERS)
Advertisement . Scroll to see content

Kasus Dua Presiden

Ketika Blatter lengser sebagai Presiden FIFA pada 2015, dia dengan cepat menyeret calon penggantinya dan Platini sebagai presiden Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA), bersamanya.

FIFA menjatuhkan sanksi kepada kedua pria itu berupa larangan aktif dalam kegiatan sepak bola pada akhir 2015. Tuduhan terhadap Platini berkisar pada pembayaran 2 juta franc Swiss dari FIFA yang disahkan oleh Blatter pada 2011.

Jaksa Swiss menanggapi dengan membuka penyelidikan terhadap kedua pria tersebut atas tuduhan "manajemen tidak loyal", "pelanggaran kepercayaan" dan "penipuan".

Saat sidang terakhir Platini pada Senin dan Selasa di Bern, dia dan Blatter bersikeras bahwa, meskipun tidak ada kontrak tertulis, pembayaran, yang dilakukan sebelum Platini memilih untuk tidak menantang Blatter dalam pemilihan FIFA 2011, adalah untuk pekerjaan konsultasi pada 1999-2002.

Platini menegaskan pengangkatan kasus ini "direncanakan" untuk memblokir dia dari kursi kepresidenan FIFA, yang malah diraih oleh mantan orang nomor dua UEFA, Gianni Infantino.

Platini melakukan serangan balik pada akhir 2018 dengan mengajukan pengaduan ke pengadilan yang menuduh lawan tidak disebutkan namanya melakukan "kecaman fitnah" dan "asosiasi kriminal".

Situasi pun berubah pada Rabu nanti saat Platini muncul sebagai saksi dalam penyelidikan jaksa Swiss terhadap Infantino.

Terpilih pada 2016 dengan janji untuk "mengembalikan citra FIFA", Infantino tahun lalu menjadi target dari prosedur kriminal untuk dugaan "menghasut untuk menyalahgunakan otoritas", "pelanggaran kerahasiaan resmi" dan "menghalangi proses pidana" selama tiga pertemuan rahasia pada tahun 2016 dan 2017 dengan Michael Lauber, yang saat itu menjabat sebagai Kepala Kantor Kejaksaan Federal Swiss (MPC).

Pertemuan tersebut memicu kecurigaan adanya kolusi atas kasus-kasus yang melibatkan FIFA.

Infantino mengatakan dia ingin menunjukkan kepada MPC "bahwa FIFA baru adalah dunia yang jauh dari yang lama", yang telah disesatkan "oleh pejabat yang korup".

Jaksa Swiss dalam kasus tersebut juga mengatakan dia ingin tahu tentang penerbangan jet pribadi yang diambil Infantino pada 2017 yang dibayar oleh FIFA.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut