Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Profil Jeffrey Epstein, Pengusaha AS Pelaku Kejahatan Seks yang Bikin Heboh Dunia
Advertisement . Scroll to see content

Mantan Presiden FIFA Sepp Blatter Dukung Boikot Piala Dunia 2026 di AS, Sikap Donald Trump Jadi Sorotan

Selasa, 27 Januari 2026 - 21:51:00 WIB
Mantan Presiden FIFA Sepp Blatter Dukung Boikot Piala Dunia 2026 di AS, Sikap Donald Trump Jadi Sorotan
Mantan Presiden FIFA, Sepp Blatter. (Foto: Euronews)
Advertisement . Scroll to see content

ZURICH, iNews.id - Mantan Presiden FIFA, Sepp Blatter, secara terbuka mendukung seruan boikot Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat (AS) menyusul kekhawatiran komunitas sepak bola internasional terhadap kebijakan Presiden Donald Trump.

Sepp Blatter menyampaikan dukungannya melalui unggahan di platform X. Dia merespons pernyataan Mark Pieth yang sebelumnya dimuat dalam wawancara bersama surat kabar Swiss, Der Bund.

Mark Pieth dikenal sebagai pengacara asal Swiss yang fokus pada kejahatan kerah putih serta isu antikorupsi. Dia pernah menjabat Ketua Komite Tata Kelola Independen FIFA yang mengawasi reformasi federasi sepak bola dunia sekitar satu dekade lalu.

Dalam wawancara tersebut, Pieth menyampaikan pandangan keras terkait AS sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026.

“Jika mempertimbangkan semua hal yang telah dibahas, hanya ada satu saran bagi para penggemar: jauhi Amerika Serikat. Pertandingan akan terlihat lebih baik melalui televisi. Saat tiba di sana, para penggemar sebaiknya bersiap mpenghadapi risiko dipulangkan jika tidak menyenangkan pejabat, jika mereka beruntung,” kata Pieth, dikutip dari Euro News, Selasa (27/1/2026).

Sepp Blatter kemudian mengutip pernyataan tersebut dalam unggahannya dan menyatakan dukungan penuh.

“Saya pikir Mark Pieth benar untuk mempertanyakan Piala Dunia ini,” tulis Blatter.

Blatter memimpin FIFA sejak 1998 hingga 2015 sebelum mengundurkan diri di tengah penyelidikan kasus korupsi. Suaranya kini menambah panjang daftar tokoh sepak bola dunia yang mempertanyakan kelayakan AS sebagai tuan rumah.

AS dijadwalkan menjadi tuan rumah bersama Kanada dan Meksiko pada Piala Dunia yang berlangsung 11 Juni hingga 19 Juli. Namun, kebijakan dalam dan luar negeri pemerintahan Trump memicu kekhawatiran luas.

Sorotan utama tertuju pada kebijakan larangan perjalanan, sikap agresif terhadap migran, serta penanganan keras aparat terhadap aksi protes penegakan imigrasi di sejumlah kota, termasuk Minneapolis.

Oke Gottlich, salah satu wakil presiden federasi sepak bola Jerman, juga menyuarakan nada serupa. Dalam wawancara dengan surat kabar Hamburger Morgenpost, dia menyebut waktu telah tiba untuk mempertimbangkan boikot secara serius.

Situasi semakin rumit setelah pemerintahan Trump mengumumkan perluasan larangan masuk ke AS pada Desember lalu. Kebijakan tersebut berdampak pada pendukung dari Senegal dan Pantai Gading kecuali mereka telah memiliki visa.

Trump menyebut alasan kebijakan tersebut berkaitan dengan kelemahan proses penyaringan dan pemeriksaan. Selain itu, penggemar dari Iran dan Haiti, dua negara yang telah lolos ke Piala Dunia, juga tidak diizinkan masuk ke AS. 

Kondisi tersebut menimbulkan ketidakpastian besar bagi perencanaan perjalanan suporter dan memicu perdebatan global mengenai penyelenggaraan turnamen sepak bola terbesar dunia.

Editor: Abdul Haris

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut