Makassar Bergelora, Festival Sepak Bola Rakyat 2026 Diserbu Ratusan Talenta Muda
Praktisi sepak bola nasional Ratu Tisha Destria menegaskan pembinaan atlet sejak usia dini menjadi fondasi kemajuan sepak bola nasional. Dia menilai ajang yang menyentuh akar rumput sangat dibutuhkan Indonesia.
“Pendampingan talenta muda memerlukan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan federasi, pemerintah, swasta, hingga komunitas akar rumput. Inisiatif ini tidak hanya mengasah kemampuan teknis, tetapi juga menanamkan nilai disiplin, sportivitas, dan kerja sama tim,” ujar Ratu Tisha.
Dia juga mengapresiasi peran sektor swasta dalam menghadirkan program berkelanjutan. Menurutnya, Coca-Cola Indonesia dan Cuwitan Digital memberi wadah edukatif bagi peserta usia 15 hingga 18 tahun dengan pendekatan relevan terhadap budaya populer.
Direktur GGN sekaligus pemilik brand Cuwitan Digital, Rizky Aidi, menyebut festival ini sebagai wujud nyata visi membangun sepak bola inklusif dan berkelanjutan di daerah.
“Ini bukan sekadar turnamen. Ini adalah panggung bagi anak-anak daerah untuk bermimpi lebih tinggi. Melalui Cuwitan Digital, kami ingin memastikan bakat-bakat ini tidak hanya terasah di lapangan, tetapi juga memiliki ruang di ranah digital,” kata Rizky.